Rabu 22 Dec 2021 17:13 WIB

Makna Hari Ibu Bagi Musisi Hingga Ibu Negara

Iriana Joko Widodo mengajak perempuan terus berjuang dan berdaya untuk Indonesia.

Makna Hari Ibu bagi musisi hingga Ibu Negara (ilustrasi).
Foto: Republika.co.id
Makna Hari Ibu bagi musisi hingga Ibu Negara (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Musisi Rieka Roslan membagikan pandangannya tentang Hari Ibu. Menurut dia, segalanya yang kini dia miliki tidak lepas dari doa orang tua, khususnya sang ibu.

"Semua ibu-ibu dirayakan oleh putra-putri dan suaminya bahwa ibu itu adalah tonggak satu kehidupan. Hari Ibu itu adalah satu hari yang harus kita ingat. Sebetulnya bukan hanya satu hari tapi sepanjang tahun," kata Rieka saat dijumpai di Jakarta, Selasa (21/12).

Baca Juga

Dia mengatakan, sepanjang hidup, setiap orang harus ingat bahwa orang tua pada saat melahirkan pasti mendoakan hal yang terbaik untuk anaknya. “Kita sendiri harus meraih kebaikan itu. Kita harus selalu meraih mimpi kita dan selalu minta restu ke orang tua," sambungnya.

Rieka menyebut, meskipun orang tua sudah tiada namun anak harus tetap mengingat orang tuanya dan mendoakan mereka. "Walaupun sudah enggak ada orang tuanya, tetap kita harus mengingat bagaimana mereka membesarkan kita," kata Rieka.

 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, mengatakan peringatan Hari Ibu merupakan pengakuan atas capaian perempuan di sektor pembangunan. "Peringatan Hari Ibu adalah pengakuan akan capaian-capaian dan arti penting kerja perempuan di berbagai sektor pembangunan," ujarnya di puncak Peringatan Hari Ibu ke-93 di Kabupaten Sleman, DIY, Rabu (22/12).

Bintang mengatakan peringatan Hari Ibu bukan sekadar mengucapkan terima kasih atas jasa ibu yang memang begitu istimewa. Menurut dia, momen ini sekaligus untuk membangkitkan semangat perempuan Indonesia agar tetap ulet dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. 

Diharapkan para perempuan dapat terus berjuang mengakhiri ketidakadilan dan ketidaksetaraan dan mewujudkan masyarakat sejahtera. "Peringatan Hari Ibu sesungguhnya adalah apresiasi bagi perjuangan perempuan Indonesia sekaligus memperbarui tekad untuk terus mengambil peran, berpartisipasi dalam pembuatan keputusan dan kebijakan, berdedikasi, serta kontribusi bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara," ujar dia.

Puncak Peringatan Hari Ibu ke-93 diselenggarakan di dua lokasi dwitunggal Kongres Perempuan Indonesia yang pertama konferensi pers di Ndalem Joyodipuran dan puncak acara di Gedung Mandala Bhakti Wanitama, Kabupaten Sleman, DIY. Kegiatan yang berlangsung secara hibrida diawali dengan acara napak tilas sejarah pergerakan kaum perempuan Indonesia, pemberian penghargaan, dan penayangan dokumentasi drama kegiatan Kongres Perempuan Indonesia pertama. Dalam acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur DIY Paku Alam X, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada periode sebelumnya, dan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo.

Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengatakan peringatan Hari Ibu bukan hanya sebagai momen untuk mengucap terima kasih, tetapi juga momentum untuk memberikan perhatian dan pengakuan atas peran penting kaum perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Demikian disampaikan oleh Ibu Negara dalam sambutannya secara virtual pada acara Puncak Peringatan Hari Ibu ke-93 di Yogyakarta. 

"Momentum istimewa ini harus membangkitkan semangat kaum perempuan untuk lebih berani berbicara dan menunjukkan potensinya, makin berdaya membangun kesetaraan dan kehidupan yang sejahtera, serta makin inovatif berkontribusi bagi kemajuan bangsa," ujar Iriana sebagaimana keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Dia mengatakan, perempuan merupakan pilar sekaligus penggerak penting pembangunan bangsa. Hal tersebut dibuktikan dengan peran kaum perempuan selama pandemi Covid-19. "Selama pandemi kaum perempuan, kaum ibu, telah membuktikan ketangguhan dan daya juangnya untuk bertahan dari berbagai kesulitan melindungi anak-anak, keluarga, dan orang-orang di sekitarnya agar tetap sehat, tenang, dan produktif," kata dia.

Iriana juga mengajak kaum perempuan untuk terus berjuang dan menjadi perempuan yang berdaya untuk kemajuan Indonesia. "Perempuan-perempuan Indonesia harus menjadi perempuan yang berdaya, terdepan dalam pembentukan karakter bangsa, menyiapkan generasi masa depan yang kuat dan tangguh," ujarnya. Pada akhir sambutannya, Iriana menyampaikan keyakinannya bahwa dengan ketangguhan dan peran-peran strategis yang dimiliki, maka perempuan dan para ibu di seluruh Tanah Air akan makin berdaya guna mewujudkan Indonesia Maju.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement