Selasa 28 Sep 2021 15:40 WIB

Anak 2 Tahun Jatuh dari Lantai 10 Apartemen di Hong Kong

Anak 2 tahun diduga ditinggalkan di apartemen tanpa pengawasan.

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih
Ilustrasi Garis Polisi
Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Ilustrasi Garis Polisi

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG — Insiden jatuhnya seorang anak laki-laki berusia dua tahun dilaporkan terjadi di sebuah apartemen di Hong Kong pada Senin (27/9). Ia jatuh dari lantai 10 dan menghembuskan napas terakhir saat berada di rumah sakit saat upaya penyelamatan dilakukan. 

Penyelidikan awal pihak berwenang menyebutkan bahwa anak tersebut ditinggalkan di apartemen tanpa pengawasan. Sang ibu saat itu sedang pergi untuk mengantar anak yang lebih dewasa ke sekolah, meninggalkan adiknya yang masih terlelap sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

Baca Juga

“Kami yakin anak ini terbangun dan naik dari atas tempat tidur susun, di mana ia kemudian memanjat kelar dari jendela ventilasi dan jatuh dari gedung,” ujar pihak berwenang Hong Kong, dilansir Asia One, Selasa (28/9). 

Belum diketahui apa yang membuat anak laki-laki tersebut ingin keluar dari jendela ventilasi. Diduga, ia mencoba mengambil mainan yang terlihat ada di bagian kanopi luar. 

Menurut polisi, anak tersebut menabrak kanopi timah di lantai delapan sebelum akhirnya jatuh ke trotoar. Personel darurat bergegas ke tempat kejadian setelah seorang pejalan kaki menemukan anak laki-laki yang terluka dan memanggil petugas keamanan.

Seorang juru bicara polisi mengatakan anak itu dibawa ke Rumah Sakit Queen Elizabeth di Yau Ma Tei dan dinyatakan meninggal pada pukul 18:30 waktu setempat.

Polisi kemudian mencari orang tua dari anak laki-laki ini. Ibunya ditemukan dan diketahui merupakan seorang warga Indonesia yang memegang formulir tanda pengenal, sebuah dokumen identifikasi sementara yang memungkinkan pembawa untuk tetap tinggal di Hong Kong.

Menurut kepolisian, sang ibu masih menjalani penyelidikan atas dugaan perlakuan buruk atau penelantaran seorang anak. Saat ini ia masih ditahan untuk diinterogasi lebih lanjut dan belum didakwa.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement