Jumat 10 Sep 2021 09:20 WIB

Industri K-Pop Terdampak Pengetatan Aturan di China

Korea Selatan telah memperluas pasar musik K-pop ke luar pasar China.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda
Jimin, personel BTS. Penggemar di China mengumpulkan dana untuk memajang foto Jimin di pesawat Jeju Air. Akibat itu, akun Weibo basis penggemar Jimin pun ditangguhkan selama 60 hari.
Foto: EPA
Jimin, personel BTS. Penggemar di China mengumpulkan dana untuk memajang foto Jimin di pesawat Jeju Air. Akibat itu, akun Weibo basis penggemar Jimin pun ditangguhkan selama 60 hari.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL — Industri K-pop memperluas jaringannya ke luar pasar China. Mereka berupaya mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh pengetatan peraturan Beijing terhadap selebritas Korea Selatan, termasuk bintang hallyu (gelombang Korea).

Dalam perkembangan terakhir, Weibo, yang merupakan media sosial China, memberlakukan penangguhan 30 hari pada 21 akun milik klub penggemar K-pop, seperti BTS, NCT, EXO, dan Blackpink atas tuduhan perilaku tidak rasional. Platform media sosial itu juga memberlakukan penangguhan 60 hari pada akun klub penggemar anggota BTS Jimin, yang mengumpulkan uang untuk menghias pesawat Jeju Air dengan foto idolanya dalam rangka perayaan ulang tahun Jimin pada 13 Oktober.

Baca Juga

Dilansir Yonhap, pada Jumat (10/9), orang dalam di industri K-pop mengatakan, tindakan keras pihak berwenang China terhadap perilaku penggemar dapat merugikan bisnis hiburan Korea dalam jangka pendek. Pendapatan mereka dari pengeluaran penggemar China akan berkurang.

Di lain sisi, mereka juga mencatat bahwa tindakan keras itu bukanlah hal baru. Bintang-bintang Korea Selatan tetap memiliki fandom besar di China, meskipun pihak berwenang terus melakukan pembatasan atas keputusan Seoul 2016, untuk menjadi tuan rumah sistem pertahanan rudal AS.

Selain itu, industri K-pop tidak bergantung pada pasar China seperti dulu. K-pop telah mendiversifikasi portofolio luar negerinya dalam beberapa tahun terakhir.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement