REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pria tertinggi di Amerika Serikat, Igor Vovkovinskiy, meninggal dunia dalam usia 38 tahun di Mayo Clinic, Rochester, Minnesota pada Jumat. Pihak keluarga mengatakan, Igor menderita penyakit jantung.
Ibunya, Svetlana Vovkovinska, yang juga seorang perawat ICU di Mayo, mengunggah kabar tentang kematian anaknya itu di Facebook miliknya. Vovkovinskiy datang ke Mayo Clinic pada 1989 sebagai seorang anak yang mencari pengobatan dan akhirnya tinggal di Rochester.
Tumor yang menekan kelenjar pituitari menyebabkan Vovkovinskiy mengeluarkan tingkat hormon pertumbuhan yang tidak normal. Pria kelahiran Ukraina itu tumbuh menjadi pria tertinggi di AS dengan tinggi 7 kaki, 8,33 inci (2 meter, 34,5 sentimeter).
Kakak laki-lakinya, Oleh Ladan, mengatakan kepada Star Tribune of Minneapolis bahwa Vovkovinskiy tak ubahnya selebritas ketika tiba dari Ukraina. Itu karena ukuran tubuhnya. Sesungguhnya, menurut Ladan, adiknya lebih suka menjalani kehidupan normal daripada menjadi terkenal.
Berkat tingginya yang menjulang, Vovkovinskiy dengan mudah terlihat oleh Barack Obama di antara massa pendukung dalam kampanye pada 2009. Kandidat yang kemudian memenangkan kursi kepresidenan Amerika Serikat itu mendapatinya berdiri di dekat panggung mengenakan kaus bertuliskan "Pendukung Obama Terbesar di Dunia".