Ahad 15 Aug 2021 07:52 WIB

Bingung Pilih Mainan Anak Saat Pandemi? Simak Tips-nya

Penggunaan gawai tidak selalu negatif selama dilakukan secara bijak.

Tips memilih mainan untuk anak, terutama saat pandemi (ilustrasi).
Foto: Rumah Main Cikal
Tips memilih mainan untuk anak, terutama saat pandemi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang tua dinilai tetap bisa menghadirkan suasana yang bahagia meski aktivitas masih berpusat di rumah saja. Salah satunya dengan menyediakan permainan untuk anak.

Namun, seperti apakah permainan yang tepat bagi anak? Apakah harus sesuai dengan kebutuhan atau fase tumbuh kembangnya? 

Salah satu pendidik PAUD Rumah Main Cikal, Sheira Shafira, memberikan tips-tips dalam hal memilih permainan yang tepat bagi anak selama di rumah. Yuk simak penjelasannya:

1. Ketahui kebutuhan belajar anak 

Sebagai pendidik PAUD Rumah Main Cikal yang dimulai dari usia bayi hingga empat tahun, Sheira atau yang akrab disapa Tante Sheira mengatakan orang tua harus dapat mengenali kebutuhan anak di usianya. Bagi orang tua, langkah pertama yang dapat dilakukan yaitu memperhatikan terlebih dahulu kebutuhan belajar anak di rumah, misalnya apakah kebutuhan gerak anak lebih banyak dilakukan? 

"Jika ya, maka dapat mencari pilihan permainan yang mendukung kebutuhannya yakni kegiatan motorik kasar, misalnya lompat-lompat dahulu, atau olahraga dulu. Jadi, ketika kelas dimulai jadi fokus untuk belajar," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (14/8).

Terkait penggunaan gawai yang kini menjadi kebutuhan anak saat belajar daring, Sheira menilai selama penggunaannya bijak, efek negatif pun dapat dihindari. Bijak yang dimaksud yakni dengan pendampingan dan kesepakatan yang ditentukan antara anak dan orang tua.

Dia mengatakan penggunaan gawai tidak selalu negatif selama penggunaannya dilakukan secara bijak dan dikendalikan. "Jika dikaitkan dengan kebutuhan anak, apabila anaknya sedang tertarik dengan role modelling, maka berikan tontonan yang dapat mengasah anak untuk menambah kosakatanya dengan bahasa yang disesuaikan di rumah, baik bahasa Indonesia atau bahasa Inggris," jelas Sheira. 

2. Sesuaikan dengan fase tumbuh kembang 

Selain memetakan kebutuhan anak, penting bagi orang tua untuk memilih permainan sesuai dengan fase tumbuh kembang anak. 

"Sebaiknya orang tua dapat juga melihat ke tahap perkembangan anak, mencakup apa yang tengah berkembang di usia tersebut, dan dari sana orang tua dapat menyesuaikan dengan mainan yang dibutuhkan," kata dia.

Sheira pun menjelaskan salah satu ilustrasi pemilihan permainan sesuai fase tumbuh kembang anak dan manfaat dari upaya memberikan pilihan permainan di fase tumbuh kembangnya dengan tetap memperhatikan ikon permainan sesuai kebutuhan dan usia anak. Apabila anak berada di fase usia 3-4 tahun dan memasuki tahap pra menulis, maka alangkah baiknya memilih pilih mainan yang melatih sensoriknya dan motorik halusnya. 

"Ajak anak untuk memilih permainannya sendiri, ketika anak sudah memilih, hal itu dapat melatih anak untuk belajar mengambil keputusan, mengeluarkan pendapat, dan mengeluarkan keinginan," ujarnya. 

3. Ubah tantangan saat usia bertambah 

Sebagai pendidik di Rumah Main Cikal yang menerapkan metode play-based learning, semakin anak bertambah usia setiap tahunnya, orang tua tidak harus mengganti permainan anak dengan yang baru. Melainkan mengganti tantangan permainan yang diberikan dengan permainan lama. Untuk permainan, orang tua tidak harus beli setiap tahunnya. Apabila memang diperlukan, silakan. 

Jika tidak, anak tetap bisa bermain permainan lamanya dengan catatan mengganti tantangannya. "Misalnya, mainan bunyi saat usia bayi yang digunakan melatih pendengaran, kini dapat disembunyikan untuk anak cari untuk melatih keinginan eksplorasi anak. Berbeda usia, berbeda pula tantangan yang dihadapi anak dalam permainan," ujar Sheira. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement