Ahad 01 Aug 2021 18:48 WIB

Suga BTS 'Curhat' Soal Industri K-Pop

Sistem promosi pertunjukan musik di Korea Selatan dikenal melelahkan.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Qommarria Rostanti
Suga BTS
Foto: Wikimedia
Suga BTS

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL — Personel BTS, Suga, dikenal karena sering mengutarakan pemikirannya tentang banyak hal. Dari topik seperti musik hingga industri idola, Suga memiliki sikap jujur yang mengundang kekaguman penggemar.

Dalam sebuah wawancara dengan Weverse Magazine, dia berbagi tentang kesulitan sistem promosi idola, terutama yang berkaitan dengan acara dan program musik. "Cara artis berpromosi sangat sulit," kata rapper bernama lahir Min Yoon-gi itu dilansir Korea Boo, Ahad (1/8).

Segera setelah promosi idola dimulai, dia menjelaskan bahwa mereka muncul di acara musik setiap hari. Mereka akan mengalami kelelahan, dan ada banyak kasus di mana kondisi itu menyebabkan cedera.

Meskipun begitu, Suga menyebut idola itu tidak dibayar untuk penampilannya di acara musik. Walaupun mereka sangat aktif, tetapi tidak ada hasil yang nyata.

"Sifat pekerjaan kami bukanlah pekerjaan biasa, jadi ada keadaan di mana undang-undang yang melindunginya cukup ambigu. Saya pikir sistem bisnis perlu dikembangkan lebih lanjut," ujar Suga.

Sistem promosi pertunjukan musik di Korea Selatan dikenal melelahkan, dengan para idola bersiap dari fajar dan berpartisipasi dalam latihan sepanjang hari. Namun, pertunjukan musik tidak beroperasi pada sistem berbayar untuk penampilan karena itu merupakan kesempatan bagi banyak artis, terutama pemula, yang ingin namanya dikenal masyarakat umum.

Dia bersyukur perusahannya Bighit Music bersedia mendengarkan pendapat artisnya. Sebagai penyanyi, rapper, dan produser, Suga sangat setuju bahwa kesuksesan sangat sulit untuk dicapai di industri yang dia jalani.

"Pertanyaannya adalah apakah tubuh bisa menahannya atau tidak. Jika kelelahan bertambah saat Anda terus melakukan kegiatan promosi itu, sulit untuk melakukannya seperti yang Anda lakukan saat pertama kali debut," kata pemilik nama solo Agust D itu.

Pada saat yang sama, menurut dia, perusahaan harus tahu kapan kata "cukup" untuk artisnya itu. Suga tidak suka dengan agensi yang terlalu banyak memberi pekerjaan pada artisnya yang sudah lelah. "Dalam hal ini, saya pikir label harus secara aktif mengakomodasi pandangan artis tentang apa yang bisa dan tidak bisa mereka lakukan," ujarnya.

Sebagai seseorang yang telah berkecimpung di industri idola selama bertahun-tahun, pria kelahiran 9 Maret 1993 itu telah melihat berbagai situasi pelecehan. Dia menyebut perusahaan semacam itu sebagai "masalah terbesar" di industri.

"Saya pikir itu masalah terbesar dan menghancurkan industri. Jika Anda hanya melihat artis sebagai produk, bagaimana mereka bisa melakukan sesuatu yang kreatif," kata pelantun "Daechwita" itu.

Menurut Suga, kondisi kesehatan artis harus diutamakan untuk memberikan penampilan yang luar biasa. "Saya benar-benar berpikir sangat kontradiktif untuk meminta orang-orang di atas panggung  menampilkan pertunjukan menyenangkan, ketika mereka tidak mengalami kesenangan," ujar Suga. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement