Jumat 04 Jun 2021 05:00 WIB

Vaksin Covid-19 Perlu Dosis Booster Tahunan?

Pfizer dan Moderna sempat memperkirakan perlunya vaksinasi ulang per tahun.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda
Petugas kesehatan memeriksa kemasan vaksin Covid-19 sebelum disuntikkan kepada atlet asal Sumatera Selatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (2/6/2021). Beberapa ahli memperkirakan bahwa booster (dosis penguat) mungkin tak perlu disuntikkan setiap tahun.
Foto:

Ahli penyakit menular Dr Anthony Fauci mengatakan, proteksi vaksin tidak akan bertahan tanpa batas. Dr Fauci pun memperkirakan akan adanya kebutuhan booster dalam kurun waktu tertentu.

"Yang kita coba cari tahu saat ini adalah mencari tahu seberapa besar interval (untuk booster) ini," ungkap Dr Fauci.

Saat ini, sebagian besar populasi dunia belum menerima dosis pertama vaksin Covid-19. Tiap negara juga menggunakan ragam vaksin yang berbeda. Oleh karena itu, ketentuan mengenai suntikan booster bisa sangat beragam.

Saat ini, Uni Emirat arab sudah menawarkan dosis ketiga untuk vaksin Covid-19 buatan China. Ini merupakan perkenalan formal pertama untuk booster vaksin Covid-19.

National Institutes of Health jdi Inggris uga sudah memulai mengetes sebuah sistem di mana pasien diberikan booster dari merek vaksin yang berbeda dengan vaksin orisinal yang mereka terima. Tes ini dilakukan untuk melihat apakah pemberian booster dari merek yang berbeda bisa efektif memberikan perlindungan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement