Sabtu 01 May 2021 21:10 WIB

Microsoft Ungkap 7 Tren Kerja Secara Hidbrida di Masa Depan

Ada peluang dan tantangan dengan pola kerja hibrida, termasuk di Indonesia.

ilustrasi Kerja Dari Rumah
Foto: Republika/Mardiah
ilustrasi Kerja Dari Rumah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kerja secara hibrida, campuran bekerja di kantor dan di luar kantor belakangan ini semakin populer. Kerja secara hibrida merombak pola kerja dan pemahaman mengenai kantor atau tempat bekerja.

Kerja hibrida berupa campuran model kerja. Sejumlah karyawan bekerja di kantor, lainnya bekerja dari jarak jauh. Microsoft dalam laporan Work Trend Index 2029 The Next Great Disruption Is Hybrid Work - Are We Ready? ada peluang dan tantangan dengan pola kerja hibrida, termasuk di Indonesia.

Baca Juga

Tahun ini, akan ada tujuh tren kerja secara hibrida. Pertama, sistem kerja fleksibel akan tetap ada. Kedua, pemimpin kurang terhubung dengan karyawan dan dibutuhkan peningkatan kesadaran akan hal ini. Ketiga, produktivitas tinggi akan berakibat pada kelelahan bekerja.

Keempat,  generasi Z berisiko mengambil kesulitan dan membutuhkan penyegaran energi kembali. Kelima, interaksi yang berkurang akan membahayakan inovasi. Keenam, autentisitas akan memacu produktivitas dan kesejahteraan.Ketujuh, kerja hibrida juga memungkinkan talenta kerja ada di mana pun.

Berdasarkan tren kerja hibrida saat ini, Microsoft merekomendasikan perusahaan membuat rencana untuk memberdayakan orang dengan fleksibilitas tinggi, memperbanyak kolaborasi dan membiasakan istirahat untuk mengatasi kelelahan digital. Studi Microsoft tentang aktivitas gelombang otak, jeda antar rapat memungkinkan otak untuk melakukan "pengaturan ulang", mengurangi penumpukan stres secara kumulatif.

Perusahaan juga perlu menata ulang ruang dan teknologi untuk menjembatani dunia fisik dan digital dan membangun kembali aspek sosial dan budaya di perusahaan. Tak kalah penting, pertimbangkan kembali pengalaman karyawan untuk dapat bersaing mendapatkan talenta terbaik dan beragam.

"Kerja hibrida mendorong kita untuk mengesampingkan asumsi lama tentang bagaimana orang perlu bekerja di tempat yang sama, pada waktu yang sama, agar dapat menjadi produktif dan membawa dampak nyata. Ini adalah perubahan besar," kata Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Haris Izmee, dalam siaran pers, dikutip Sabtu (1/5).

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement