Sabtu 03 Apr 2021 00:20 WIB

Studi: Orang yang Minum Kopi Selama Pandemi Menurun

Lebih sedikit orang yang minum kopi di AS selama pandemi, dibandingkan sebelumnya

Rep: Eva Rianti/ Red: Esthi Maharani
kopi
Foto: corbis
kopi

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG – National Coffee Association (NCA) merilis hasil survei nasional terbaru mengenai konsumsi kopi di Amerika Serikat. Hasil survei menunjukkan lebih sedikit orang yang minum kopi di AS selama pandemi, dibandingkan dengan sebelumnya.

NCA menemukan, 58 persen orang di Amerika Serikat minum setidaknya satu kopi sehari, data survei sebelum Januari. Angka tersebut lebih kecil dibandingkan dengan setahun sebelumnya sebesar 62 persen.

Namun, NCA menyebut hasilnya tidak selalu menunjukkan adanya penurunan volume kopi yang dikonsumsi di AS, pasar terbesar di dunia untuk produk tersebut. Pasalnya, ditemukan bahwa banyak orang saat bekerja dari rumah mengonsumsi lebih banyak kopi daripada biasanya di kantor.

Pengecer kopi besar di AS membukukan peningkatan volume keseluruhan yang terjual selama pandemi. Namun tidak jelas apakah kenaikan itu mengimbangi penurunan konsumsi di luar rumah. Fakta kedai kopi masih beroperasi dengan keterbatasan mungkin menjadi salah satu alasan menurunnya konsumsi kopi.

Survei tersebut mengatakan, orang-orang minum kopi pada pagi hari seperti biasanya. Tetapi, minum kopi pada sore hari –kebiasaan yang sering dikaitkan dengan kunjungan kedai kopi- turun empat poin persentase.

“Kopi terus menjadi minuman favorit Amerika yang tak terbantahkan, bahkan dengan seluruh negara dalam berbagai tahap penutupan dan langkah kaki di kedai kopi turun secara besar-besaran tahun ini,” kata Presiden dan CEO NCA Bill Murray, dilansir dari Reuters, Jumat.

Murray memperkirakan, konsumsi kopi bakal meningkat dalam beberapa bulan mendatang karena negara itu diyakini bakal segera pulih dari pandemi. Menurut survei, orang terus terbagi tentang kapan mereka akan merasa nyaman keluar untuk minum kopi, dengan 33% mengatakan mereka merasa nyaman sekarang dan 31% lainnya mengatakan tidak akan nyaman sampai pandemi selesai.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement