Rabu 31 Mar 2021 16:08 WIB

Pakar: Vaksin Buat Risiko Sakit Terkena Covid-19 Rendah

Risiko sakit parah bila terinfeksi Covid-19 setelah vaksinasi sangat rendah.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Nora Azizah
Risiko sakit parah bila terinfeksi Covid-19 setelah vaksinasi sangat rendah.
Foto: Antara/Umarul Faruq
Risiko sakit parah bila terinfeksi Covid-19 setelah vaksinasi sangat rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu ketidakpastian tentang vaksin Covid 19 adalah apakah vaksin hanya mencegah penyakit atau juga mencegah orang yang divaksinasi menyimpan virus dan menyebarkannya. Namun, menurut pakar kesehatan, saat ini ada kemungkinan 80 hingga 90 persen orang yang divaksinasi tidak menularkan virus.

Jika benar, itu bisa berdampak signifikan terhadap pedoman keamanan Covid. "Apa yang kami ketahui saat ini adalah jika Anda terpapar Covid 19 setelah vaksinasi penuh, Anda sangat, sangat, sangat kecil kemungkinannya untuk jatuh sakit, dan Anda sangat tidak mungkin menularkannya kepada orang lain," kata Dr Ashish Jha, dekan Brown University School of Public Health, di ABC's This Week seperti dilansir dari laman Eat This, Rabu (31/3).

Baca Juga

"Data transmisi itu belum bisa dibilang sangat mudah, tapi semua bukti sejauh ini menunjukkan bahwa kemungkinan Anda menyebarkannya ke orang lain, mungkin turun 80 persen, 90 persen, dibandingkan jika Anda tidak divaksinasi," ujarnya.

Jha juga mengatakan, anggota keluarga yang sudah divaksinasi dosis pertama dapat berkumpul dengan aman dengan keluarga lain yang telah divaksinasi lengkap. "Saya pikir Anda cukup aman, selama tidak ada seorang pun di keluarga Anda yang berisiko tinggi, tidak ada orang dengan masalah kesehatan yang parah. Saya pikir ini aman, dan CDC telah keluar dan berkata sebanyak itu."

 

Dia menambahkan, kita tidak akan mencapai risiko nol. Namun, pada saat orang-orang telah divaksinasi penuh, risiko buruk dari tertular virus Covid-19 akan sangat rendah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement