Senin 11 Jan 2021 13:54 WIB

Anjuran Ahli Gizi untuk Kendalikan Konsumsi Garam

Pakar gizi dan pangan menyebut umami bisa jadi solusi kendalikan konsumsi garam

Rep: Desy Susilawaty/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Garam (Ilustrasi). Pakar gizi dan pangan menyebut umami bisa jadi solusi kendalikan konsumsi garam
Foto: Pixabay
Garam (Ilustrasi). Pakar gizi dan pangan menyebut umami bisa jadi solusi kendalikan konsumsi garam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak dapat dipungkiri, natrium memiliki peranan penting yang dibutuhkan tubuh sebagai zat gizi esensial untuk mewujudkan hidup sehat, kuat, dan aktif. Kelebihan maupun kekurangan (defisiensi) natrium berisiko menjadi gangguan kesehatan.

Jika kelebihan, maka efeknya adalah muncul berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke, gagal jantung, dan lain lain. Jika kekurangan, maka efeknya adalah gangguan fungsi otot dan saraf, gangguan kontrol gula darah, dan lain lain. Nah, sebaiknya bagaimana menyeimbangkan dan mengendalikan asupan garam?

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI PANGAN) Indonesia, Prof Dr. Hardinsyah, MS,ada beberapa cara untuk mengendalikan asupan garam, yang sesuai dengan kebiasaan atau pola konsumsi masyarakat Indonesia. Walaupun demikian, memang tak bisa dipungkiri, kebiasaan masyarakat Indonesia dalam membuat masakan memang banyak menggunakan bumbu dan rempah yang memiliki cita rasa tinggi, sedangkan dalam berbagai bumbu dan rempah itu juga sudah cukup banyak terkandung natrium.

"Nah cara yang sesuai jika masakan kita sudah banyak menggunakan berbagai bumbu rempah adalah dengan hanya manambahkan garam dapur dalam jumlah yang sedikit sekali," ujar Prof Hardinsyah dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (10/1).

 

Menurutnya, jika kita ingin makanan yang kita konsumsi memiliki cita rasa yang tinggi, namun juga ingin diet rendah garam, dengan menggunakan Bumbu Umami seperti MSG bisa dijadikan solusi.

"Banyak penelitian di luar negeri seperti di Jepang, menunjukkan bahwa penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam dapur biasa,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai President Federation of Asian Nutrition Societies.

Hal ini disampaikan Prof Hardin dalam Webinar Event: "Keamanan dan Manfaat Kesehatan Bumbu dan Penguat Rasa, Serta Strategi Pengendalian Asupan Garam Guna Mewujudkan Hidup Sehat" yang diselenggarakan oleh PT AJINOMOTO INDONESIA bekerjasama dengan PERGIZI PANGAN Indonesia.

Kegiatan ini merupakan upaya mendukung masyarakat Indonesia agar tetap sehat dengan menyebarluaskan fakta informatif tentang Bumbu Umami dan Monosodium Glutamat (MSG) di tengah pandemi Covid 19.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement