Jumat 11 Dec 2020 20:12 WIB

CiFFest 2020 Gelar Seminar dan Pameran Fashion Virtual

Seminar dan pameran fashion digelar CiFFest 2020 secara virtual.

CiFFest 2020 Gelar Seminar dan Pameran<em> Fashion </em>Virtual
Foto: Dok Republika
CiFFest 2020 Gelar Seminar dan Pameran Fashion Virtual

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cikini Fashion Festival (CiFFest) kembali digelar pada Desember 2020. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Seni Rupa (FSR) Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tahun ini harus berlangsung secara daring melalui aplikasi zoom pada tanggal 11-12 Desember 2020 dengan menggelar seminar daring.

Selain itu CiFFest 2020 juga mengadakan pameran secara virtual.

Baca Juga

Rektor IKJ, Dr. Indah Tjahjawulan, M.Sn dalam sambutannya mengatakan, kegiatan CiFFest merupakan kelanjutan dari CiFFest sebelumnya yang sudah diadakan selama 3 (tiga) tahun berturut-turut sejak tahun 2017 berawal dari dari program BCL (Bekraf Kreatif Labs). Di mana, program ini bekerja sama dengan BEKRAF sebagai dukungan untuk fashion di Indonesia, dengan menitikberatkan pada forum temu para pelaku ekosistem fashion Indonesia untuk menghasilkan rumusan strategi efektif.

"Dan solusi untuk menghasilkan roadmap fashion yang meningkatkan jejaring kerjasama dan produktivitas ekomomi kreatif fashion," kata Indah, Jumat (11/12).

Indah mengatakan, perhelatan Ciffest 2020 juga sudah diawali dengan Pra CiFFest di bulan Agustus 2020 dan tahun ini Ciffest menjadi kegiatan mandiri FSR IKJ. Di mana, sebagai lembaga pendidikan seni rupa sudah menjadi tugas IKJ khususnya FSR IKJ untuk terus melaksanakan program keilmuan dan implementasi yang bisa diakses publik seperti seminar daring ini.

Tahun ini Ciffest juga harus dilaksanakan secara daring bahkan pameran juga dilaksanakan secara virtual. "Namun, itu tidak membatasi kita untuk memajukan fashion di Indonesia, seperti motto CiFFest “Fashion Indonesia, Meski Berjarak Tetap Bergerak," katanya.

Indah mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta seminar daring atas antusias yang tinggi kepada acara CiFFest. "Secara resmi saya membuka CiFFest 2020, selamat mengikuti acara semoga memberikan manfaat, SALAM SEHAT," kata Indah.

Selanjutnya, Kepala Prodi (Kaprodi) Desain Produk Mode Busana FSR IKJ, Mangesti Rahayu, S.Sn., M.Pd. menjelaskan, CiFFest tentunya selalu menghadirkan para praktisi dan akademisi di bidang fashion. Selain itu, CiFFest juga meningkatkan kompetensi para pelaku ekonomi kreatif fashion dengan kegiatan pameran, seminar dan kompetisi dalam merumuskan dan merekomendasikan program-program prioritas pengembangan ekonomi kreatif fashion Indonesia.

"Namun di tahun ini CiFFest tidak mengadakan kompetisi karena ingin memfokuskan pada kegiatan seminar daring dan pameran virtual sebagai kolaborasi antar institusi," kata Mangesti.

Rangkaian Kegiatan CiFFest 2020 di antaranya seminar daring dari 11-12 Desember 2020, yang terdiri dari 3 (tiga) seminar daring. Yaitu: The application of trend forecasting in fashion education, Theatrical Costume & Make Up dan Fashion in Art. Pameran Virtual juga dilaksanakan pada Desember ini dan peserta pameran terdiri dari beberapa institusi yang memiliki bidang studi fashion, pameran virtual dapat diakses melalui website resmi CiFFest www.ciffest.id.

Selanjutnya, pembicara seminar daring CiFFest 2020 yang merupakan praktisi dan akademisi dari bidang fashion, di antaranya : Indonesia Trend Forecasting Researcher, Dina Mediani, M.Sn; Dosen Desain Produk Mode Busana IKJ, Taruna Kusmayudi, BFA, BFF., Subarkah Hadisardjana, M.Sn dan Sonny Muchlison, M.Sn; Direktur Kajian Strategis, Deputi Bidang Kebijakan Strategis, Kemenparekraf-RI, Dr. Ir. Wawan Rusiawan, MM; Dosen Busana dan Mode Universitas Kristen Maranatha, Yosepin Sri Ningsih, M.Ds.; Dosen desain mode LaSalle College, Darwyn Tse; Penata Costume Teater dan Panggung, Rima Ananda Omar dan Fashion Creator, Intan Anggita Pratiwie.

Sementara itu, Direktur Kajian Strategis, Deputi Kebijakan Strategis, Kemenparekraf-RI, Dr. Ir. Wawan Rusiawan, MM mengapresiasi IKJ yang telah mengundang Kemenparekraf dan telah berkolaborasi sebelumnya dengan CiFFest serta Animakini pada saat era BEKRAF, dengan melahirkan program kegiatan sisi fashion yaitu CiFFest dan sisi animasi, Animakini (Animasi Cikini).

"Di masa pandemic saat ini juga menjadi tantangan kepada kami dari pemerintah agar ke depannya dapat mendukung program-program kegiatan bahkan menginisiasi program-program yang bermanfaat bagi pelaku industri ekonomi kreatif khususnya bidang fashion," kata Wawan Rusiawan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement