Senin 05 Oct 2020 20:13 WIB

Kiat Pelaku Usaha Daring Jaga Engagement dengan Konsumen

Engagement penting karena pengguna aplikasi belanja daring meningkat selama pandemi.

Meningkatnya penggunaan aplikasi belanja daring di tengah pandemi membuat para pelaku usaha harus menjaga eksistensi brand dan produk mereka di tengah persaingan kuat selama pandemi (Foto: ilustrasi belanja daring)
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Meningkatnya penggunaan aplikasi belanja daring di tengah pandemi membuat para pelaku usaha harus menjaga eksistensi brand dan produk mereka di tengah persaingan kuat selama pandemi (Foto: ilustrasi belanja daring)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meningkatnya penggunaan aplikasi belanja daring di tengah pandemi membuat para pelaku usaha harus menjaga eksistensi brand dan produk mereka di tengah persaingan kuat selama pandemi. Menurut studi yang dibagikan Criteo, menjaga keterikatan (engagement) dengan konsumen dinilai penting karena mereka menghabiskan banyak waktu di dalam aplikasi selama periode ini.

"Brand dan penjual harus membangun kehadiran mereka di lingkup ini agar tetap kompetitif dalam jangka panjang,” kata Direktur Komersial untuk Konsumen Skala Besar, Asia Tenggara di Criteo, Pauline Lemaire melalui keterangannya, Senin (5/10).

Baca Juga

Pengalaman mereka saat ini akan sangat membentuk pandangan mereka tentang brand. Demikian juga hubungan jangka panjang mereka dengan brand tersebut.

Kiat pertama yang dapat dilakukan pelaku bisnis adalah memprioritaskan pengalaman pelanggan. Menurut Lemaire, brand harus lebih fokus pada peningkatan pengalaman pelanggan di aplikasi.

"Penargetan kembali pengguna aplikasi bisa menjadi strategi yang sangat efektif untuk retensi pengguna. Brand akan dapat memanfaatkan kumpulan data yang sangat besar untuk memberikan rekomendasi produk yang benar-benar dipersonalisasi untuk setiap pengguna, sehingga meningkatkan konversi," jelas dia.

Cara lain yang bisa dilakukan, adalah dengan meluncurkan program loyalitas dan insentif. Lemaire menilai, brand dan pelaku ritel harus menerapkan program insentif untuk membuat pengguna aplikasi terbaik mereka terus terlibat dan mendapatkan penghargaan karena tetap setia pada platform brand.

"Program rujukan aplikasi bisa sangat efektif dalam mendorong pengguna setia untuk membantu mengembangkan basis pengguna aplikasi suatu brand," ujarnya.

Dan tips terakhir dari Lemaire adalah para pelaku bisnis bisa memanfaatkan notifikasi, email, dan iklan dalam aplikasi. Selain brand harus sadar untuk tidak melakukan komunikasi berlebihan atau mengirim spam kepada pengguna mereka, brand perlu mengambil pendekatan yang lebih aktif untuk melibatkan kembali pengguna yang tidak aktif dan pengguna baru platform mereka.

"Brand dapat meningkatkan penggunaan aplikasi dengan mendorong produk baru dan tren, atau melalui promosi seperti diskon dan pengiriman gratis," pungkasnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement