Senin 15 Jun 2020 22:32 WIB

Lippo Malls Batasi Kapasitas Pengunjung

Kalau sudah 50 persen dari kapasitas, pengunjung Lippo Malls harus menunggu.

Pusat perbelanjaan di bawah Lippo Malls Indonesia menyiapkan protokol untuk menyambut pengunjung di era PSBB transisi. (Dok)
Foto: dok. Lippo Malls Indonesia
Pusat perbelanjaan di bawah Lippo Malls Indonesia menyiapkan protokol untuk menyambut pengunjung di era PSBB transisi. (Dok)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lippo Malls membatasi kapasitas pengunjung secara elektronik di seluruh mal yang dikelolanya seiring dengan dibukanya pengoperasian pusat perbelanjaan di DKI Jakarta. Pembukaan pusat perbelanjaan mengacu kepada Pergub Nomor 51/ 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi.

"Kami punya smart counter di pintu masuk yang dapat menginformasikan jumlah pengunjung di dalam mal. Kalau nanti sudah 50 persen maka pengunjung berikutnya diminta menunggu di tempat yang telah disediakan," kata Corporate PR & Reputation Management Lippo Malls Indonesia, Nidia N Ichsan saat dihubungi, Senin.

Baca Juga

Seluruh mal yang dikelola Lippo Malls di wilayah DKI, seperti Cibubur Junction, Gajah Mada Plaza, Lippo Mall Kemang, Lippo Mall Puri, Lippo Plaza Kramat Jati, Plaza Semanggi, Pluit Village, dan Tamini Square telah beroperasi dari pukul 12.00 WIB sampai 20.00 WIB. Namun, demikian untuk penyewa seperti bioskop, tempat bermain anak, pusat kebugaran, serta salon kecantikan dan potong rambut belum beroperasi dan akan menunggu keputusan Pemprov DKI Jakarta agar dapat beroperasi kembali.

Selain menerapkan pembatasan kapasitas 50 persen secara elektronik, Lippo Malls juga memberlakukan protokol kesehatan yang sangat ketat meliputi pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk mal dengan batas maksimal 37,5 derajat Celsius. Selain itu mewajibkan penggunaan masker, menyediakan fasilitas hand sanitizer tanpa kontak tangan, prosedur jaga jarak, serta penggunaan lift tanpa kontak tangan.

 

Lippo Malls Indonesia juga secara berkesinambungan menyampaikan imbauan untuk bertransaksi nontunai serta mengarahkan petugas keamanan agar jangan sampai terjadi kerumunan. Pemberlakuan kapasitas pengunjung juga dilaksanakan di masing-masing tenant, sebagai contoh restoran kalau memang sudah penuh maka pengunjung diminta untuk menunggu di luar atau mencari restoran lain.

Untuk menjamin keamanan, seluruh penyewa telah diminta melakukan rapid test terhadap karyawannya untuk memastikan semuanya bebas dari Covid-19.

"Kami tentunya tidak tahu selama mal tidak beroperasi, karyawannya ke mana. Bisa saja kemarin ikut mudik. Ini yang kami waspadai," ujar dia.

Di beberapa mal juga dilengkapi dengan dengan alat UV sterilizer untuk membersihkan area railing mal sehingga area tersebut tetap higienis.

"Kami juga memiliki tim task force yang telah dilatih secara profesional untuk menganalisis penularan, baik dari pengunjung maupun karyawan," kata Nidia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement