Jumat 05 Jun 2020 15:32 WIB

Minat Anak Bermain Gim Komputer Menurun Selama Pandemi

Menyusul diberlakukannya pembatasan di seluruh dunia karena ancaman virus corona, perilaku online yang biasa kita lakukan pun telah berubah. Tidak hanya di kalangan orang dewasa, tetapi juga di kalangan anak-anak. Menurut studi terbaru Kaspersky, anak-anak mengalami penurunan minat pada gim komputer pada beberapa bulan terakhir, terutama jika dibandingkan dengan...

Rep: Vina Anggita (swa.co.id)/ Red: Vina Anggita (swa.co.id)
Statistik Kaspersky mengenai minat anak-anak terhadap gim komputer di Windows dan macOS.
Statistik Kaspersky mengenai minat anak-anak terhadap gim komputer di Windows dan macOS.

Menyusul diberlakukannya pembatasan di seluruh dunia karena ancaman virus corona, perilaku online yang biasa kita lakukan pun telah berubah. Tidak hanya di kalangan orang dewasa, tetapi juga di kalangan anak-anak. Menurut studi terbaru Kaspersky, anak-anak mengalami penurunan minat pada gim komputer pada beberapa bulan terakhir, terutama jika dibandingkan dengan periode sebelum terjadinya pandemi.

 

Di Indonesia, minat online anak-anak terhadap gim komputer mengalami perubahan signifikan dalam lima bulan pertama tahun ini. Berdasarkan statistik Kaspersky, minat tertinggi gim komputer untuk anak-anak di Indonesia berada di bulan April sebesar 16,32% dan menurun pada bulan Mei menjadi 13,23%. Adapun Inggris menjadi negara yang memiliki proporsi tertinggi untuk anak-anak yang tertarik pada permainan dengan 23,94%. Diikuti oleh Amerika Serikat sebesar 21,61% dan Australia dengan 20,94%.

"Pandemi memaksa anak-anak untuk belajar di rumah, menghadiri kelas online, dan kami telah melihat bagaimana ini mempengaruhi waktu mereka di depan komputer. Mereka lebih jarang mengunjungi situs-situs permainan yang dimulai pada awal tahun," ujar Anna Larkina, pakar analisis konten web di Kaspersky.

Meskipun mereka di rumah, kata Anna, anak-anak menggunakan komputer dengan bijak dan merasa tidak perlu untuk terjun ke video gim. Pangsa video game pun disebut mulai menurun di antara pengguna Windows mulai musim gugur 2019.

Penurunan minat anak-anak dalam permainan hanya relevan untuk Windows, karena mereka masih memiliki kecenderungan bermain gim di komputer Windows dibandingkan Mac. Ini disebabkan sebagian besar gim komputer dirilis khusus untuk Windows. Sementara gim yang tersedia untuk komputer macOS jumlahnya lebih sedikit.

Terlepas dari kenyataan bahwa pangsa video game menunjukkan tren menurun di paruh pertama tahun 2020, kategori tersebut menempati urutan ketiga di antara topik situs web paling populer setelah menonton video dan mendengarkan musik, serta komunikasi lewat internet.

Anna pun membagikan tips pada para orang tua untuk mengawasi anak bermain gim secara positif selama pandemi. Pertama, mendorong anak-anak untuk menginformasikan jika mengalami sesuatu hal yang tidak nyaman atau mengganggu mereka saat sedang bermain gim. Perhatikan bahwa tidak semua emosi negatif memiliki konotasi negatif dan mungkin terdapat hasil yang baik. Misalnya, apabila seorang anak tidak berhasil dalam sesuatu, dan mereka terus berusaha memperbaikinya, kesabaran mereka akan meningkat.

Kedua, jika melihat anak Anda menghabiskan waktu lebih sedikit pada gim komputer selama periode isolasi diri, cobalah mencari tahu alasannya. Lakukan komunikasi dan cobalah untuk memahami apa yang mereka rasakan dalam menghadapi situasi seperti saat ini, serta kesulitan apa yang mungkin mereka hadapi. Anda dapat memeriksa apakah mereka memiliki beban pekerjaan sekolah yang lebih banyak dari biasanya.

Ketiga, mdnemukan waktu untuk bermain gim komputer dengan anak akan membantu memperkuat hubungan dan meningkatkan pemahaman tentang apa yang mereka lakukan di waktu luang.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement