Kamis 27 Feb 2020 05:32 WIB

Cara Asma Nadia Mendidik Anak Jadi Suka Membaca

Asma selalu membacakan anak-anaknya buku dongeng yang interaktif.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nora Azizah
Asma selalu membacakan anak-anaknya buku dongeng yang interaktif (Foto: Asma Nadia)
Foto: Thoudy Badai_Republika
Asma selalu membacakan anak-anaknya buku dongeng yang interaktif (Foto: Asma Nadia)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menumbuhkan minat membaca dan menulis pada anak memang membutuhkan usaha ekstra bagi orang tua. Namun, menumbuhkan minat membaca sebaiknya bisa dimulai sejak anak masih usia balita.

Penulis Asma Nadia mengatakan, ketika anaknya masih balita, dia selalu memasang poster bergambar huruf di mana-mana. Misalnya, di boks bayi, dinding dan tempat-tempat lain.

Baca Juga

Tujuannya agar anak terbiasa secara visual sampai mereka besar. Mainan yang diberikan pun berupa huruf-huruf. Sang anak kemudian dididik memilih huruf sesuai instruksi sang ibu.

"Mainan huruf-huruf dimasukin ke toples, jadi rebutan cari huruf A, B, C, mana kasih tunjuk," ujar dia kepada republika.co.id, Rabu (26/2).

Asma juga selalu membacakan anak-anaknya buku dongeng yang interaktif. Waktunya pun tak harus malam menjelang tidur. Kegiatan membaca bersama anaknya sering Asma lakukan di waktu-waktu senggang.

"Jadi saya suka bacain buku ketika mereka masih kecil. Pas usia empat tahun, bagian serunya suka saya pending, aduh bunda ngantuk nih, bunda gak sempat, akhirnya mereka baca sendiri. Jadi mereka akhirnya waktu TK usia empat tahun mereka sudah bisa baca sendiri," terangnya.

Buku yang diberikan Asma untuk anaknya disesuaikan dengan usia. Usia 0 sampai enam bulan berbentuk buku-buku bergambar wajah dan berwarna hitam putih. Di atas enam bulan, diberi buku berwarna.

Kemudian dilanjut dengan buku yang berisi satu-dua kalimat, lalu satu paragraf. Di setiap tingkatan usia, kebutuhan bacaan anak tentu berbeda. Untuk itu, Asma menyarankan orang tua harus memperhatikan jenis buku yang diberikan agar anak tak merasa berat.

"Jadi pertama gambar dulu, fokus dulu ke wajah. Terus ke kalimat-kalimat. Kalau dikasih novel, pun novel bergambar. Sampai kemudian mereka bisa baca novel sendiri. Salsa (putri Asma) itu gak pernah kursus bahasa Inggris, tapi bahasa Inggrisnya bagus banget, dan itu karena baca novel bahasa Inggris," kata dia.

Di era digital sekarang ini, Asma pun tidak mempersoalkan jika anaknya membaca lewat media-media digital. Sebab yang terpenting adalah bacaannya memberikan makna. Membaca novel atau berita melalui daring pun tidak masalah baginya.

"Membaca itu menghidupkan sel-sel di otak. Sementara menonton mematikan sel-sel otak. Jadi kalau yang suka nonton, bacanya harus diperbanyak," imbuhnya.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement