Rabu 12 Feb 2020 17:40 WIB

Rhadana Kuta Bali Raih Best Moslem Friendly Hotel PHRI 2019

Rhadana Kuta Bali menjadi hotel pertama yang menyediakan makanan halal.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nora Azizah
Founder Rhadana Hotels & Resorts, Rainier H Daulay (kanan) dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana (kiri) yang turut hadir dalam Anugerah PHRI 2019
Foto: Dok. Rhadana Kuta Bali
Founder Rhadana Hotels & Resorts, Rainier H Daulay (kanan) dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana (kiri) yang turut hadir dalam Anugerah PHRI 2019

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rhadana Kuta Bali berhasil meraih Anugerah Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) 2019. Hotel yang beroperasi sejak tujuh tahun lalu ini dinobatkan sebagai Best Moslem Friendly Hotel.

Penghargaan ini mungkin tidak mengejutkan bagi Rhadana Kuta Bali. Sebab, sejak berdiri, Rhadana Kuta Bali sudah berani menyatakan diri sebagai The 1st Moslem Friendly Hotel in Bali.

Baca Juga

Dalam keterangan tertulis yang diterima republika.co.id, Rabu (12/2), Rhadana Kuta Bali sudah dikenal sebagai The Themed Boutique Hotel. Dengan konsep tersebut, Rhadana Kuta Bali yang memiliki 74 kamar itu memiliki tema kamar berbeda antara satu dan lainnya.

Rhadana Kuta Bali menjadi penginapan pertama di Bali yang menyediakan makanan halal. Seluruh makanan sudah dipastikan halal karena memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

 

Tak hanya itu, Rhadana Kuta Bali juga langsung menyediakan perlengkapan shalat untuk pengunjung muslim tanpa harus diminta terlebih dahulu. Kamar juga didesain lengkap dengan petunjuk arah kiblat hingga kamar mandi berkonsep wudhu friendly.

Rhadana Kuta Bali juga menyediakan Al quran dalam tiga bahasa di setiap kamar. Apabila tidak ingin shalat di dalam kamar, pengunjung bisa memanfaatkan mushala Al Rhiend Musholah yang disiapkan secara khusus.

“Halal itu pilihan, halal itu peluang, halal itu tren dunia, halal itu extended services, halal itu pasti sehat,” kata Business Development Director Rhadana Hotels & Resorts, Radhiyaksa Daulay.

Langkah Rhadana Kuta Bali untuk menjadi hotel moslem friendly memang cukup berani dan mengejutkan. Sebab, Bali merupakan destinasi wisata yang banyak dituju para traveler dari luar Indonesia.

Founder Rhadana Hotels & Resorts, Rainier H Daulay, menyebutkan, selama ini sekitar 70 persen tamu hotel justru merupakan wisatawan asing bukan muslim. Bahkan, 99 persen Rhadana Troops atau panggilan bagi karyawan hotel juga berasal dari mereka yang bukan muslim. Meski demikian, konsep moslem friendly tidak pernah dipermasalahkan para pelanggan. 

“Sebagian besar adalah saudara-saudara kami beragama Hindu. Kami beroperasi di Bali. Kami berkewajiban menjaga dan mempertahankan adat istiadat Bali. Untuk itu, antara lain semua front liner menggunakan baju adat Bali,” ujar Rainier.

Rainier mengatakan, pihaknya bersyukur bisa terus dapat menjaga, mempertahankan, dan meningkatkan kualitas produk maupun pelayanan Rhadana Troops. Hal ini dilakukan agar tamu-tamu selalu merasa aman dan nyaman seperti di rumah sendiri.

Sebagaimana diketahui, Rhadana Kuta Bali selama ini mendapat berbagai penghargaan, baik tingkat nasional maupun dunia, di antara Best National Muslim Friendly Hotel 2016, World’s Best Halal Hotel 2016 di Abu Dhabi, Agoda Gold Circle Award 2017, Asia Halal Brand Awards 2017 di Kuala Lumpur, Certificate of Exellence dari Trip Advisor, 2018 Recognition of Execellence dari Hotel Combined, dan Traveloka Hotel Awards 2019.

Padahal,  Namun, tidak pernah ada masalah dengan konsep dan pelayanan tersebut. Asisten Room Div Manager, I Nyoman Merta Utama mengatakan hampir 99 persen Rhadana Troops (panggilan bagi karyawan hotel) merupakan //non//-Muslim.

 Anugerah PHRI 2019 juga dihadiri Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana. n Umi Nur Fadhilah

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement