Jumat 31 Jan 2020 22:26 WIB

Ini Bahaya Olahraga Setiap Hari

Pakar menyarankan agar olahraga tak dilakukan setiap hari.

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Nora Azizah
Pakar menyarankan agar olahraga tak dilakukan setiap hari (Foto: olahraga yoga)
Foto: Piqsels
Pakar menyarankan agar olahraga tak dilakukan setiap hari (Foto: olahraga yoga)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian orang mungkin beranggapan bahwa olahraga harus dilakukan setiap hari demi memberikan dampak kesehatan yang optimal. Tapi ternyata, certified personal trainer and head of fitness at Trainiac, Geoff Tripp mengungkap bahwa hal itu justru memberikan efek kurang baik bagi kesehatan.

Dilansir dari Live Strong pada Jumat (31/1), Geoff menyarankan agar olahraga tak perlu dilakukan setiap hari namun tetap dilakukan secara rutin. Ia pun menyebut, melakukan olahraga tujuh hari penuh dalam sepekan justru dianggap sebagai overtraining.

Baca Juga

Apalagi, jika memang mood sedang kurang mendukung tapi tetap memaksakam untuk melakukan workout, maka ia menilai hal itu justru akan menyebabkan masalah serius. Dalam olahraga, tubuh juga memerlukan jeda untuk melakukan pemulihan.

Overtraining berpotensi menyebabkan kelelahan dan rasa sakit yang menetap beberapa hari,” kata Geoff.

Jika dipaksakan tanpa jeda, maka hal itu justru cenderung mengatah pada tindakan menyakiti diri sendiri. Sejumlah cidera yang bisa terjadi diantaranya adalah tendinitis atau fraktur stres.

Tak hanya itu, overtraining pun dapat memberikan dampak negatif bagi hormon. Berdasar Journal of Novel Physiotherapies yang terbit pada 2013, disebut bahwa overtraining berpotensi mengganggu kelenjar adrenal dan membuat hormon jadi tak seimbang.

Nah, bagi yang melakukan olahraga untuk menurunkan berat badan, ternyata overtraining pun berpotensi menjegal tujuan itu.

“Overtraining akan meningkatkan hormon stres seperti kortisol. Berdasar riset, hormon itu memiliki dampak pada obesitas dan lingkar pinggang yang lebih lebar,” ujarnya. Tak hanya itu, tingkatan stres pun memicu peningkatan nafsu makan dan keingnan untuk mengonsumsi makanan manis dan berlemak.

Selanjutnya, overtraining juga berpengaruh terhadap heart rate variability (HRV). Karena, olahraga tanpa jeda juga akan menekan tingkat HRV yang diatur oleh autonomic nervous system.

Oleh karena itu, overtraining pun berpotensi memicu timbulnya penyakit jantung hingga masalah pencernaan dan gangguan kognitif.

Ia juga menekankan, overtraining juga otomatis akan berpengaruh terhadap mood seseorang. Bahkan, hal ini juga berpotensi memicu depresi dan penurunan kualitas tidur.

“Jika memang sedang merasa kurang mood, maka sebaiknya lakukan pemulihan beberapa hari,” ucap dia.

Dari sini, ia menilai, setiap orang harus memberikan waktu bagi tubuh untuk melakukan pemulihan. Menurutnya, durasi olahraga yang ideal adalah 150 hingga 300 menit per pekan untuk workout dengan intensitas sedang. Kemudian, untuk work out dengan intensitas tinggi, disarankan agar hal itu hanya dilakukan selama 75 hingga 150 menit per pekan.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement