Kamis 09 Jan 2020 10:43 WIB

Pascabanjir, 11 Penyakit ini Bakal Mewabah di 2020

Tak hanya pasca banjir saja, beberapa penyakit berikut ini akan menyerang masyarakat Indonesia karena iklim yang tinggi saat musim hujan dan kemarau di 2020.

Rep: cermati.com/ Red: cermati.com
.
.

Cermati.com, Jakarta - Ada sebab pasti ada pula akibatnya, sama halnya dengan bencana banjir. Setelah banjir selesai, maka kemungkinan besar berbagai macam penyakit mulai berdatangan. Hal ini bisa terjadi dikarenakan air banjir yang sangat kotor dan juga cuaca ekstrim yang berkepanjangan.

Melansir dari detik.com, Anung Suhantono, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan, mengatakan ada beberapa penyakit yang akan mengancam masyarakat Indonesia. Pernyataan ini berdasarkan penilaian dari data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai iklim sepanjang 2020.

 

Penyakit yang akan Mewabah di Musim Hujan 2020

hujan

Menurut prediksi dari BMKG yang Cermati.com lansir dari detik.com, curah hujan di tahun ini akan lebih tinggi dari 2019. Jika ini memang terjadi maka ada beberapa penyakit yang mulai mewabah di 2020, terutama pasca banjir.

Berikut beberapa penyakit yang dikutip dari laman resmi Badan Nasioanl Penanggulangan Bencana (BNPB), di antarnya:

1. Leptospirosis

Leptospirosis merupakan sebuah penyakit yang berasal dari urine hewan seperti anjing, tikus, sapi atau babi yang terserang dengan bakteri Leprospira interrogans. Penyakit ini bisa menyerang manusia melalui air atau tanah yang terkena urine hewan tersebut.

2. Kolera

Penyakit kolera ini disebabkan karena makanan dan minuman yang dikonsumsi mengandung bakteri Vibrio cholerae. Alhasil penderita baik anak-anak hingga kalangan dewasa akan mengalami diare yang bisa berujung pada dehidrasi.

3. Diare

Tak jauh berbeda dengan Kolera, hanya saja diare ini lebih ringan. Namun tetap saja, penyakit ini muncul akibat makanan dan minuman terkena virus, bakteri atau parasit.

4. Malaria

Malaria merupakan penyakit yang diantarkan oleh nyamuk dari manusia dan hewan lain yang di dalam dirinya terdapat protozoa parasit. Bagi penderita yang terserang malaria akan menimbulkan gejala demam, kelelahan, muntah dan sakit kepala.

5. DBD

Meski sama-sama dari nyamuk, tapi Demam Berdarah Dengue atau DBD berbeda dari malaria. DBD merupakan penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albocpictus. Gejala umum DBD, penderita akan demam tinggi, nyeri di beberapa bagian tubuh seperti kepala, sendi, otot, tulang, nafsu makan berkurang, mual dan muntah, muncul ruam merah pada kulit, terjadi kerusakan pada pembuluh darah dan bisa terjadi pendarahan di hidung, gusi dan bawah kulit. Jika telat penanganan, maka akan berujung ada kematian.

6. Typoid

Demam typhoid disebabkan oleh infeksi bakteri di usus halus. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri Salmonella yang terdapat pada tinja atau kotoran binatang, yang menginfeksi manusia melalui makanan yang terkontaminasi.

7. Hepatitis A

Hepatitis A adalah peradangan organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. Penyakit menular ini menyebar dengan mudah dari mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi kotoran penderita hepatitis A.

8. Infeksi Kulit

Air banjir merupakan tempatnya bakteri dan virus berkumpul. Jika seseorang memiliki kulit sensitif maka akan mudah terkena berbagai infeksi kulit, seperti panu, kurap, kudis, kutu air, kusta, herpes, cacar air, kutu air dan sebagainya.

9. Malnutrisi

Kondisi bajir dan tingginya iklim bisa membuat pasokan makanan berkurang, alhasil jika tidak diperhatikan dengan baik, maka seseorang dapat terkena malnutrisi alias tubuhnya kekurangan nutrisi. Pada umumnya kekurangan nutrisi ini bisa dicirikan seperti penurunan berat badan, massa otot menurun, perut membengkak, dan sebagainya.

10. Campak

Campak disebabkan oleh virus yang menular melalui percikan air liur yang dikeluarkan penderita saat batuk atau bersin. Umumnya, penderita campak akan mengalami deman dan timbuk ruam atau bintik-bintik kemerahan pada tubuh.

11. Gangguan Kejiwaan

Bagi yang wilayahnya tergenang bajir setinggi 30 – 60 cm tentunya masih bisa menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. Namun, bagi yang terkena banjir dengan ketinggian hingga seatap rumah tentunya sudah tak ada harapan lagi menyelamatkan barang-barang berharga seperti elektronik, kendaraan dan sebagainya. Kondisi seperti ini tak jarang membuat sebagian besar korban banjir mengalami stres yang berkepanjangan.

Baca Juga: 4 Alasan Mengapa Gaya Hidup Sehat Sangat Dianjurkan untuk Anda

Penyakit yang Mewabah di Musim Kemarau 2020

kemarau

BMKG juga menyebutkan bahwa prediksi musim kemarau di 2020 juga akan lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Dengan begitu, adapun beberapa penyakit yang dapat menyerang masyarakat Indonesia, seperti:

1. Gangguan Mata

Iklim kemarau yang tinggi tentunya juga membuat polusi udara yang akan berdampat pada gangguan pada mata. Kebanyakan orang yang mengalami gangguan mata pada kemarau adalah mata kering, iritasi mata karena debu yang membuat mata merah dan kelopak mata membengkak, alergi, dan infeksi

2. Pencernaan

Cuaca kering saat musim kemarau memiliki dampak terhadap aktivitas organisme pembawa penyakit seperti kutu, lalat, dan nyamuk. Selain itu, perubahan iklim turut mengubah kebiasaan manusia sendiri, sehingga lebih mudah terkena oleh organisme penyebab penyakit, terutama gangguan pencernaan.

3. ISPA

Sering kali udara yang kotor di musim kemarau membuat kebanyakan anak kecil atau balita terserang ISPA. Penyakit gangguan ini terjadi karena adanya infeksi pada saluran pernapasan mulai dari hidung, rongga hidung dan sinus, tenggorokan, dan kotak pita suara.

4. Kulit

Cuaca yang panas dan kotor di musim kemarau juga membuat kulit rentan terhadap penyakit, misalnya saja, jerawat, biang keringat, kulit kering, infeksi jamur, dan gigitan serangga.

Baca Juga: 45 Cara Hidup Sehat

Lindungi Diri dan Keluarga dengan Asuransi Kesehatan

Melihat banyaknya penyakit yang akan mewabah di 2020 ini tentunya membuat kebanyakan orang merasa khawatir karena sakit bisa menyerang kapan saja, apalagi disaat imun tubuh sedang menurun.

Untuk itu, perhatikan kesehatan dengan baik, khususnya para orang tua yang menjaga kesehatan anaknya yang masih kecil. Konsumsilah makanan dan minuman yang sehat dan bergizi. Jangan lupa juga untuk membersihkan bahan makanan terlebih dahulu sebelum diolah.

Jika perlu lindungi diri dan keluarga dengan asuransi kesehatan terbaik di Indonesia. Dengan asuransi kesehatan, Anda tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya jika Anda atau ada anggota keluarga yang sakit dan membutuhkan penanganan khusus di rumah sakit. Untuk memudahkan, Anda bisa mendapatkan informasi mengenai produk asuransi kesehatan pilihan Cermati.com di sini.

Baca Juga: Trik Mengajukan Asuransi Kesehatan

 

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Cermati.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Cermati.com.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement