Sabtu 04 Jan 2020 18:31 WIB

Kisah Cak Lontong Tinggalkan Kerja Kantoran Demi Melawak

Lawakan Cak Lontong selalu mengena di hati masyarakat.

Rep: cermati.com/ Red: cermati.com
.
.

"Berhentilah menuntut ilmu, karena ilmu tidak bersalah."

Penggalan kalimat kocak di atas merupakan salah satu kutipan terkenal dari Lies Hartono atau yang lebih populer dengan sebutan Cak Lontong. Pria berusia 49 tahun itu dikenal masyarakat sebagai pelawak, aktor, presenter, dan bintang iklan.

Kalau mendengar dan menyaksikan Cak Lontong beraksi di atas panggung, siap-siap perutmu bakal dikocok dengan guyonan segar yang mengundang gelak tawa. Ia kerap tampil dalam acara stand up comedy. Bahkan sering menjadi mentor dan juri di program televisi serupa.

Siapa sebetulnya sosok Cak Lontong? Dan bagaimana perjalanan karier dari pria kelahiran Magetan, Jawa Timur pada 7 Oktober 1970 itu? Berikut kisahnya seperti dirangkum Cermati.com dari berbagai sumber.

Baca Juga: Melejit Lewat Sinetron, Aliando Syarief Makin Mantap Berkarir Jadi Pemain Film

Awal Mula Nama Cak Lontong

Lawakan Cak Lontong selalu mengena di hati masyarakat. Pelawak yang memulai karier tahun 1995 itu selalu menyuguhkan banyolan cerdas tanpa perlu mem-bully lawan mainnya maupun penonton.

Usut punya usut, panggilan Lontong sudah akrab di telinganya sejak masih kecil. Tubuh Lies kecil hingga beranjak remaja memang kurus dan tinggi mirip lontong. Sementara kata Cak adalah sebutan untuk pria di Jawa Timur. Begitu dirangkai, jadilah nama Cak Lontong.

Debut karier Cak Lontong sebagai pelawak dimulai dari grup Ludruk Cap Toegoe di Surabaya. Nasib baik berpihak padanya. Pria dengan tinggi badan 184 cm itu semakin tenar setelah mengisi acara Republik BBM di salah satu stasiun tv swasta.

Rela Melepas Pekerjaan Kantoran

Cak Lontong dulu sibuk bekerja kantoran. Akan tetapi, ia lebih menuruti kata hati dan menyalurkan bakatnya sebagai komedian. “Hidup sangat nyaman dengan melawak,” begitu kata Jebolan Sarjana Teknik Elektro di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya.

Terbukti, Cak Lontong justru sukses menghibur masyarakat Indonesia. Ia sering wara wiri di tv sebagai komika dalam program Stand Up Comedy Show. Tak sampai di situ, nama Cak Lontong semakin naik daun begitu mengisi acara Indonesia Lawak Klub (ILK) dan mejeng sebagai juri di program Stand Up Comedy Indonesian Season 6.

Kecintaan dan dedikasi pada dunia lawak selama lebih dari 20 tahun membawa Cak Lontong yang bergelar Insinyur itu dianugerahi penghargaan di bidang seni dan budaya dari ITS pada tahun 2017.

Ciri Khas Banyolan Cak Lontong

Kalau pernah nonton Cak Lontong beraksi di panggung, baik off air maupun on air, kamu tidak akan mendapati banyolan yang mengandung SARA dan kritikan sosial. Itulah yang selalu dijaga Suami dari Lila Saraswati itu saat menghibur penonton.

Memang kadang suka nyinyir, tapi tidak harus merendahkan orang lain atau lawan mainnya. Jadi tidak ada yang tersinggung ataupun sakit hati.

Baca Juga: Paula Verhoeven, Super Model yang Kini juga Jadi Youtuber

Membintangi Program Acara TV, Film, sampai Jadi Bintang Iklan

Di sepanjang kariernya, Cak Lontong sudah membintangi puluhan program acara tv. Sebut saja tampil di acara Negeri Impian, Sentilan Sentilun, Stand Up Comedy Show, Indonesia Lawak Klub, Pasahur, Cak Lontong dan Bang Komeng (CLBK), Stand Up Comedy Indonesia, Waktu Indonesia Bercanda (WIB), Ini Sahur, Alkisah, dan masih banyak lainnya.

Sementara judul film layar lebar yang dimainkannya, yakni Comic 8 (2014), Comic 8: Casino Kings Part 1 (2015), Talak 3 (2016), dan Comic 8: Casino Kings Part 2 (2016). Untuk judul sinetron, ada Mendadak Dangdut The Series (2010), Pesantren & Rock n Roll (2011), dan Cinta Salsabilla (2012).

Ayah dari dua orang anak bernama Faries Luhur Prihastama dan Marisa Zahra ini juga laris manis sebagai bintang iklan. Di antaranya Kartu AS (Telkomsel), Sprite, Tokopedia, So Nice, dan Kuku Bima Ener-G.

Merintis Bisnis Kuliner

Selain menekuni profesinya sebagai komedian, Cak Lontong menjajal peruntungan di bisnis kuliner. Uniknya, kalau artis lain ramai-ramai membuka bisnis kue kekinian, Cak Lontong malah pede menjual makanan serba lontong

Lontong ini disajikan dengan lauk pauk sehingga menjadi makanan tradisional Indonesia. Ia membuka warung Cak Lontong di sebuah mal di kawasan Jakarta Barat. Sebagai pengusaha, Cak Lontong ingin terlibat langsung mengelola bisnisnya. Bukan cuma menyerahkan pada orang lain atau hanya menjadi brand ambassador.

Kata-kata Humor Sukses dari Cak Lontong Bisa Jadi Inspirasimu

"Mau gagal, mau sukses, itu tidak penting. Yang penting berhasil.”

Satu lagi humor dari Cak Lontong. Tapi coba deh pikirkan, ada benarnya juga kata-kata di atas. Dalam perjalanan meraih sukses, kegagalan merupakan hal lumrah. Kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan.

Banyak orang sukses lahir dari kegagalan dan keterbatasan. Gagal sampai puluhan, bahkan ratusan kali. Tapi akhirnya mereka mampu mereguk kesuksesan yang dicita-citakan. Berhasil mendulang materi, jabatan tinggi, dan popularitas.

Kalau kamu saat ini masih gagal dalam hal apapun, evaluasi diri. Perbaiki strategi atau caramu untuk meraih tujuan. Dari kegagalan, kamu bisa belajar banyak sehingga tak akan mengulangi kesalahan yang sama. Tetap semangat dan pantang menyerah.

Baca Juga: Masih 23 Tahun, Rizky Nazar Sudah Sukses dan Jadi Idola Kaum Hawa. Bikin Iri Deh!

 

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Cermati.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Cermati.com.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement