Ahad 22 Dec 2019 10:25 WIB

Musim Pancaroba, Cacar Air Meningkat, Kenali Gejalanya

Cacar air meningkat kasusnya pada musim pancaroba.

Rep: MGROL 125/ Red: Reiny Dwinanda
Bayi terkena cacar air
Foto: Independent
Bayi terkena cacar air

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berbagai penyakit muncul saat musim pancaroba tiba. Salah satu yang paling mengusik anak ialah cacar air.

"Cacar air dan berbagai penyakit infeksi lain biasanya meningkat di musim pancaroba, termasuk juga misalnya penyakit salesma, penyakit tangan kaki dan mulut (HFMD), diare, campak, dan penyakit demam serta ruam lain,” jelas dokter spesialis anak, dr Catharine Mayung Sambo SpA kepada Republika.co.id.

Baca Juga

Catherine menjelaskan, penyakit cacar air disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster. Pada individu yang sebelumnya pernah mengalami cacar air, bila terdapat reaktivasi virus, akan timbul penyakit yang namanya herpes zoster.   

Ketika terinfeksi virus cacar air, menurut Catherine, anak akan menunjukkan sejumlah gejala. Biasanya, si kecil mengalami demam yang tidak tinggi, namun tampak lesu, nafsu makan menurun, malaise, flu, dan pusing yang kemudian diikuti dengan timbul bintik merah (papul).

"Papul ini biasanya pertama kali muncul di badan lalu menyebar," jelas salah satu sekretaris pengurus pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini.

Setelah gejala tersebut timbul, menurut Catherine, biasanya papul akan berubah menjadi bentol berisi cairan (vesikel) atau bentol berisi nanah (pustule). Catherine mengungkapkan, setelah pecah, bentol tersebut akan kering menjadi krusta sampai akhirnya mengelupas.

Untuk meredakan gejala tersebut, Mayung menyarankan agar anak banyak mengonsumsi air mineral. Bila anak mengalami demam 38 derajat Celsius atau lebih, obat pereda demam bisa diberikan.

Selain itu, untuk anak-anak yang memiliki risiko tinggi mengalami cacar air berat, misalnya bayi dan anak yang memiliki kondisi daya tahan tubuh rendah, Catherine menyarankan agar anak tersebut segera diperiksakan ke dokter. Bayi berumur kurang dari satu tahun dan anak-anak yang rentan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Catherine menjelaskan bahwa cacar air merupakan penyakit yang tidak memerlukan obat karena bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, terdapat beberapa kelompok yang memerlukan obat untuk membantu meredakan cacar air.

“Cacar air adalah penyakit swasirna atau self limiting disease, yang akan sembuh dengan sendirinya, tetapi obat antivirus dapat diberikan atas pertimbangan dokter,” jelasnya.

Selain itu, Catherine mengatakan, cacar air termasuk penyakit yang dapat dicegah dengan melakukan imunisasi dengan vaksin varicella. IDAI merekomendasikan pemberian imunisasi cacar air kepada anak mulai usia satu tahun.

"Untuk waktu terbaiknya, diberikan pada usia sebelum masuk sekolah. Kalau baru diberikan pada usia lebih dari 13 tahun, perlu 2 dosis dengan jarak minimal empat pekan," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement