Jumat 20 Dec 2019 02:20 WIB

Rano Karno Mulai Syuting Si Doel dari Bagian Akhir

Sutradara Si Doel, Rano Karno, memulai syuting filmnya dari bagian akhir.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda
Sutradara film Akhir Kisah Cinta Si Doel, Rano Karno.
Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Sutradara film Akhir Kisah Cinta Si Doel, Rano Karno.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara Rano Karno merampungkan kisah cinta Si Doel dalam film layar lebar ketiga berjudul Akhir Kisah Cinta Si Doel. Pada film yang hadir di bioskop mulai 23 Januari 2020 itu, Rano kembali memerankan sosok Doel.

"Syutingnya selesai September 2019. Ada salah satu adegan saat di Belanda dan kami syutingnya waktu (promosi) film kedua di sana. Jadi syuting bagian ending dulu baru cerita yang di depan," ujarnya.

Baca Juga

Pria 59 tahun itu menyiapkan tiga opsi cerita untuk Akhir Kisah Cinta Si Doel. Seluruh pilihan tetap dilangsungkan pengambilan gambar, tetapi tidak ada satu pun pemain dan kru yang tahu opsi mana yang dijadikan ending film, selain Rano dan editor.

Rano mengatakan, penggarapan film ketiga sekaligus akhir cerita tersebut membuatnya terbawa perasaan alias baper. Dia merasa ruh cerita Si Doel sudah merasuk terlalu dalam ke dirinya. Bahkan, sampai kini mayoritas orang memanggilnya Doel, bukan Rano.

Sang aktor mengenang, sosok Si Doel yang diadaptasi dari novel karya Aman Datuk Majoindo itu menjadi panutannya sejak belia. Dia tidak menyangka pengembangan cerita yang ada sampai saat ini menjadi bagian dari hidup banyak orang.

Rano memastikan film mendatang menyelesaikan konflik percintaan antara Si Doel, Sarah, dan Zaenab. Rano juga menyatakan kisah tak akan lagi dituangkan ke tayangan sinetron, mengingat kesibukannya sebagai anggota DPR-RI periode 2019-2024.

Mantan Wakil Gubernur Banten itu menyebutkan sosok Doel sudah melebur dalam cerita bersama penokohan lain. Pada sinetron maupun film, Rano merasa Doel bukanlah tokoh utama. Siapa saja bisa jadi tokoh utama, bahkan opelet tua.

"Melalui Si Doel, saya bisa banyak bercerita, tentang Indonesia, budaya, keberagaman, nasionalisme. Misalnya Babe dan Si Doel yang mewakili pola pikir tradisional dan modern. Mudah-mudahan Si Doel bisa membekas untuk banyak orang," kata Rano.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement