REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak lama lagi pesta diskon atau yang dikenal dengan Hari Belanja Online (Harbolnas) akan segera berlangsung di Indonesia. Berdasarkan studi Criteo, platform iklan jaringan internet terbuka, Harbolnas masih menjadi salah satu festival belanja daring yang paling ditunggi di Indonesia.
Senior Account Strategist Large Customers, SEA, Taiwan and Hong Kong Criteo, McCarl Leonardo, menjelaskan, festival belanja tahunan masih menjadi salah satu acara yang diminati masyarakat Indonesia dalam berburu barang murah. Para pelaku ritel tetap berlomba untuk memberikan harga terbaik dalam Harbolnas.
Leonardo mengatakan, Criteo melakukan studi terhadap Harbolnas di Indonesia dan Asia Pasifik. Berdasarkan studi terhadap Harbolnas 2018 menunjukkan bahwa Harbolnas masih menjadi festival belanja terbesar di Indonesia.
"Harbolnas ini paling ditunggu konsumen karena memang lebih dulu dimunculkan di Indonesia dan orang sudah lebih akrab dengan Harbolnas, sudah mengenal sebagai hari belanja nasional," ujar Leonardo dalam Criteo Harbolnas Media Briefing di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Selain itu, lanjut Leonardo, Harbolnas juga merupakan pesta diskon terakhir yang diselenggarakan di akhir tahun. Hal ini menjadi upaya terakhir bagi e-commerce untuk meningkatkan penjualan.
Leonardo mengungkapkan, Harbolnas 2018 membawa peningkatan sebesar 389 persen dalam penjualan ritel daring. Harbolnas juga berkontribusi terhadap 148 persen peningkatan jumlah pengunjung online.
Dibandingkan dengan musim-musim belanja lainnya, 12.12 menghasilkan tingkat konversi tertinggi, dengan peningkatan yang mencapai angka 94 persen. Peningkatan tersebut memuncak di tengah hari dan sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 di tanggal 12 Desember.
“Penjualan ritel pada 12.12 tumbuh dengan masif setiap tahun,” kata Leonardo.