Sabtu 30 Nov 2019 15:41 WIB

Sajian Unik dan Spektakuler di Festival Lumpur Taliwang 2019

Sutradara Pesona Lumpur Taliwang Eko Supriyanto alias Eko Pece, di Sumbawa Barat, mengatakan empat tarian yang ditampilkan adalah Tari Barapan Kebo, Kolong, Benteng Berinas, dan Kareng.

Rep: Ronald Ricardo (cek n ricek)/ Red: Ronald Ricardo (cek n ricek)
Foto: pesona.travel
Foto: pesona.travel

Ceknricek.com -- Sajian unik dan spektakuler ditampilkan dalam Festival Taliwang 2019 di Sumbawa Barat NTB belum lama ini. Para penari gemulai dalam hentakan empat tarian otentik lokal dengan beralasankan panggung dari sebidang tanah berlumpur. 

Sutradara Pesona Lumpur Taliwang Eko Supriyanto alias Eko Pece, di Sumbawa Barat, mengatakan empat tarian yang ditampilkan adalah Tari Barapan Kebo, Kolong, Benteng Berinas, dan Kareng.

"Pesona Lumpur Taliwang dengan 4 tariannya kami sengaja angkat. Ini kearifan lokal mereka yang masih ada dan kembali kami kembangkan. Ini juga kali pertama sebuah tarian disajikan di atas lumpur. Kemasannya kami buat artistik. Gerakan tariannya otentik lokal. Tidak ada efek pengaruh gerakan tarian dari wilayah lain di nusantara. Sehingga diharapkan tahun depan bisa tampil sempurna di Calender Of Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)," kata Eko.

Eko menjelaskan, secara filosofi, Tari Barapan Kebo menggambarkan semangat, kekuatan, dan kelincahan karakter kerbau. Tarian ini memungkinkan penarinya mengeksplorasi gerakan. Sementara itu, Tari Kolong dibawakan oleh 50 penari wanita. "Pesannya, konsep konservasi air yang berfungsi sebagai sumber kehidupan. Di sini, penari dituntut untuk mengeksplorasi gerakannya sendiri dengan gentong sebagai medianya," ungkap Eko. 

Foto: pesona.travel

Pesan lain juga diberikan Tari Kareng yang menjadi representasi semangat dalam mencapai tujuan. Visualisasi yang ditampilkan berupa Kareng. Alat pengolah tanah khas masyarakat Sumbawa. "Tarian ini hakikatnya menggunakan kerbau sebagai inspirasi. Spirit kerbau itu luar biasa dan dengan kekuatan yang dimilikinya bisa memiliki banyak fungsi," jelas Eko.

Baca Juga: Seniman Indonesia Tampilkan Karyanya di Amsterdam Light Festival 2019

Foto: pesona.travel

Dalam acara tersebut, memang tidak hanya tariannya yang menarik perhatian, orkestrasi musiknya unik. Ada elaborasi unsur bunyi, tempo, dan kekuatan vokal hingga memunculkan harmoni. Warna musik ini dihasilkan dari Sakeco, Serunai, Kendang Bambu, juga Rampak Gong Gendang. Untuk Sakeco menjadi tutur Sumbawa dengan inspirasi alam. Nasehat yang menjaga harmoni manusia dengan alam sekaligus posisinya yang bermartabat.

Maka dari itu, Festival Taliwang resmi masuk 100 Calendar of Event (CoE) 2020 Kemenparekraf. Festival Taliwang dinilai memenuhi aspek Culture, Commercial, hingga Communication Value sebagai prasyarat masuk dalam kalendar event nasional.

BACA JUGA: Cek OLAHRAGA, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.

Editor: NadiaNabillah

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ceknricek.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ceknricek.com.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement