Rabu 27 Nov 2019 14:21 WIB

Kesalahan Mode Terburuk 2019

Turban Sikh, straitjacket, hingga hoodie lubang peluru jadi kesalahan mode 2019.

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda
Peragaan busana Gucci memperlihatkan rancangan yang terinspirasi dari straitjacket.
Foto: Tangkapan layar Instagram Gucci
Peragaan busana Gucci memperlihatkan rancangan yang terinspirasi dari straitjacket.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah label mode-mode ternama dunia tidak selalu menampilkan karya-karya yang sempurna. Dilansir USA Today, tak sedikit produk-produk fesyen yang dianggap buruk, hingga sangat jelek pada tahun ini, berikut di antaranya:

1. Hoodie dari Burberry

Baca Juga

Pada Februari lalu, rumah mode asal Inggris, Burberry meminta maaf karena menampilkan hoodie dengan tali di leher dalam pertunjukkan koleksi musim gugur dan dingin pada ajang London Fashion Week 2019.  Bahkan, model Liz Kennedy sempat mengekpresikan rasa frustasinya karena menampilkan produk itu dan mengatakan malu karena menjadi bagian dari pertunjukkan itu.

“Kami merasa sangat menyesal atas adanya rasa kecewa karena salah satu produk yang ditampilkan dalam koleksi runway Autumn/Winter 2019 kami," kata CEO Burberry, Marco Gobbetti, dalam pernyataan yang diberikan kepada CNN.

2. Sweater turtleneck Gucci

Di bulan yang sama dengan Burberry, Gucci juga memicu kekecewaan yang dilampiaskan warganet di media sosial. Saat itu, salah satu produk yang ditampilkan di Gucci’s Fall Winter 2018, terdapat turtleneck hitam yang dikenakan di hidung, dengan potongan garis merah di bagian mulut, menyerupai wajah orang berkulit hitam.

Gucci mengatakan rancangan itu terinspirasi oleh topeng ski vintage, sesuai dengan deskripsi produknya yang mengatakan bahwa ini juga bisa dipakai di leher. Perusahaan mode ini kemudian meminta maaf dan menarik produk itu.

Rumah mode asal Italia ini juga mengumumkan dorongan besar guna meningkatkan perekrutan keragaman sebagai bagian dari rencana jangka panjang, guna membangun kesadaran budaya.

3. Turban Gucci

Gucci juga kembali mendapat kecaman pada Mei setelah meluncurkan Indy Full Turban. Produk yang bernilai hingga 790 dolar AS ini dianggap oleh banyak pengguna media sosial sebagai apropriasi budaya.

photo
Model tampil dengan gaya turban di peragaan busana Gucci.

Produk kontroversial yang pertama kali ditampilkan di Milan Fashion Week pada Februari 2018 itu kemudian telah diubah menjadi Indy Full Head Wrap. Produk fesyen ini digambarkan sebagai turban yang dibuat dengan indah dan siap membuat kepala penggunanya bergerak dengan nyaman sekaligus tetap modis.

Meski demikian, banyak orang mengecam perusahaan fesyen mewah itu karena melihatnya seperti hiasan kepala Sikh. Ini dianggap sangat ofensif bagi penganut agama tersebut. Apalagi, mereka sering didiskriminasi karena mengenakan pakaian tradisional.

"Turban bukan sekadar aksesori untuk menghasilkan uang. Ini adalah sesuatu yang dianggap sakral oleh jutaan orang Sikh. Banyak yang menganggap perampasan budaya ini tidak pantas, karena mereka yang mengenakannya tidak menghargai makna religiusnya yang dalam,” ujar pernyataan komunitas Sikh.

4. Jaket Gucci

Gucci juga kembali memicu protes pada September saat menampilkan straitjacket berwarna putih dan sandal sebagai koleksi terbarunya. Sambil berjalan di atas sabuk konveyor yang menjadi catwalk, model Ayesga Tan Jones diam-diam memprotesnya dengan menampilkan tulisan "KESEHATAN MENTAL BUKAN FESYEN” di telapak tangannya.

Jones juga mengatakan bahwa pakaian yang menyinggung orang dengan masalah kesehatan mental bukanlah sesuatu yang tepat. Namun, Gucci mengatakan warna krem dan gading dimaksudkan untuk dilihat sebagai bagian dari pernyataan mode yang lebih besar tentang masyarakat dan pengendalian.

“Penampilan dimaksudkan melalui mode, kekuatan digunakan sepanjang hidup untuk menghilangkan ekspresi diri," kata Gucci.

5. Hoodie lubang peluru

Salah satu siswa yang merupakan korban selamat dari tragedi penembakan di Amerika Serikat (AS) mengecam produk hoodie dengan desain yang menampilkan lubang peluru palsu dengan nama-nama sekolah yang menjadi korban penembakan, termasuk Sandy Hook, Stoneman Douglas, Columbine, dan Virginia Tech. Produk hoodie ini dikeluarkan oleh rumah mode Bstroy, yang dikenal dengan pakaian-pakaian pria.

photo
Hoodie koleksi jenama streetwear Bstroy menampilkan lubang peluru terinspirasi dari penembakan sekolah di AS.

Banyak pengguna media sosial yang mengecam produk dan perusahaan yang membuat hoodie ini. Menurut korban yang selamat. Kyla Kashuv bahwa apa yang dilakukan oleh Bstroy untuk memonetisasi kasus penembakan di sejumlah sekolah di AS sangatlah menjijikkan.

6. Sepatu Katy Perry

Pada Februari, penyanyi Katy Perry meminta maaf dan memutuskan untuk menarik produk label sepatu miliknya yang dianggap kontroversial dari situs penjualan daring. Label Katy Perry Collections tidak lagi menampilkan loafer slip-on Rue Face atau sandal tumit blok Ora Face di situs webnya, yang menampilkan appliques logam yang meniru mata dan hidung ditambah bibir merah di bagian atas sepatu.

Perry mengatakan, sangat sedih karena wajah yang ditampilkan di produk sepatunya dianggap menyinggung orang-orang kulit hitam. Ia mengatakan tidak pernah bermaksud demikian dan merasa menyesal atas hal itu.

7. Iklan Calvin Klein

Bukan produk fesyen, namun rumah mode Calvin Klein mendapat kecaman atas video iklan yang menampilkan model Bella Hadid mencium robot perempuan bernama Lil Miquela. Iklan yang berdurasi 30 detik itu memancing reaksi warganet.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement