Jumat 15 Nov 2019 17:39 WIB

Wowteg Tawarkan Sistem Waralaba Bisnis Warteg Modern

Bisnis makanan seperti warteg dinilai akan terus diminati.

Rep: MG03/ Red: Indira Rezkisari
Sejumlah warga makan siang disalah satu warung tegal (warteg).
Foto: dok Republika
Sejumlah warga makan siang disalah satu warung tegal (warteg).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bisnis kuliner disebut tidak ada matinya. Alasannya, sederhana. Setiap orang butuh makan dari pagi sampai malam tiap harinya.

Sour Sally Group menawarkan kesempatan waralaba di bisnis warteg modern. Lewat Wowteg, bisnis kuliner warteg bisa dicoba.

Baca Juga

Chief Executive Officer (CEO) Sour Sally Group, Donny Pramono, mengatakan bisnis makanan adalah bisnis yang memiliki potensi baik di Indonesia. Data menunjukkan industri makanan dan minuman atau F&B meningkat 41,69 persen sejak 2015.

“Kalau kita ke pusat perbelanjaan atau tempat wisata, biasanya yang paling ramai itu adalah tempat makan. Jadi untuk menanggapi (kabar penurunan angka bisnis makanan) itu tidak perlu dikhawatirkan. Di Indonesia bisnis makanan terus berkembang,” ujar Donny.  

Selain itu, bisnis warteg disebutnya cukup menjanjikan, melihat pangsa pasar makanan warteg yang cukup luas. Budaya makan di warteg sudah berlangsung sejak 50 tahun lalu, ujar Donny.

Saat ini pun ada sekitar 34.725 warteg yang tersebar di Jabodetabek, menunjukkan bahwa potensinya cukup besar. “Kalau kita memasuki sebuah bisnis, sebaiknya memasuki bisnis atau memulai bisnis kepada bisnis yang market-nya besar. Kalau market-nya besar, di situ peluangnya juga besar,” jelas Donny.

Ia juga menambahkan bisnis Wowteg bukanlah bisnis yang hanya mengikuti tren. Alasannya produk yang ditawarkan oleh Wowteg merupakan makanan yang dikonsumsi banyak orang, baik pagi, siang ataupun malam.

Hingga peluncurannya, lisensi Wowteg sudah terjual sebanyak 23. Artinya ada 23 calon Wowteg yang akan dibuka untuk wilayah Jabodetabek.

Wowteg nanti akan dibuka di beberapa tempat umum, seperti kantin perkantoran, rumah sakit, hingga kantor pemerintahan. Beberapa lokasi yang sudah dipesan adalah Artha Graha Building SCBD, Cyber 2 Tower, dan Gedung Bursa Efek Indonesia.

Donny mengatakan, nantinya akan ada tiga bentuk lokasi penjualan. Pertama kantin, kedua kios pinggir jalan, dan terakhir berbentuk truk makanan.

Terkait lisensi yang ditawarkan, para pembeli dapat memegang lisensi tersebut untuk jangka waktu lima tahun. Menurut Donny ini adalah waktu yang lama, mengingat berbagai lisensi waralaba umumnya hanya berlaku selama tiga tahun.

Saat ini, belum bisa menemukan Wowteg yang beroperasi, karena masih dalam tahap penjualan lisensi. “Pertama kali buka nanti kita targetkan sekitar bulan dua, bulan tiga (2020) kita akan luncurkan,” jelas Donny

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement