Rabu 06 Nov 2019 23:53 WIB

Maudy Koesnaedi Merasa Hidup Saat Berada di Atas Panggung

Maudy Koesnaedi tak menapik jika memiliki kendala saat harus tampil di atas panggung.

Rep: Ronald Ricardo (cek n ricek)/ Red: Ronald Ricardo (cek n ricek)
Foto: Instagram @maudykoesnadi
Foto: Instagram @maudykoesnadi

CEKNRICEK.COM -- Aktris Maudy Koesnaedi mengaku lebih senang tampil langsung di atas panggung, dibanding pertunjukan lain atau berperan di belakang panggung. Bagi aktris kelahiran Kuningan, Jawa Barat, 8 April 1975 itu, berada di atas panggung pertunjukan seperti makanan buat jiwa.

''Ada kepuasan tersendiri ketika beradu peran di atas panggung,'' ujarnya di Jakarta, beberapa waktu lalu. ''Kepuasannya berbeda dengan ketika saya menjadi produser di belakang panggung.''

Aktris yang mengawali karier di dunia hiburan lewat ajang pemilihan "Abang None" ini berbicara mengenai keterlibatannya di dunia seni. Maudy ingin mendukung segala kegiatan tentang budaya serta menyebarkannya kepada generasi muda.

''Saya pribadi selalu ingin mendukung dan ikut terlibat dengan kegiatan yang bernafaskan budaya, melalui bentuk apa pun. Memperkenalkan budaya ke generasi muda juga bisa menyampaikan rasa cinta budaya ini dalam bentuk dan media apa pun,'' katanya.

Maudy memang bukan orang baru di dunia kesenian. Ia mengawali karier lewat ajang pemilihan Abang None Jakarta 1993. Namanya melejit saat ia memerankan tokoh Zaenab dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan.

Meski telah lama berkesenian, Maudy tak menampik bahwa dirinya memiliki kendala saat harus tampil di atas panggung. Menurut dia, hal yang paling menantang ketika harus menyanyikan tembang Jawa tradisional (nembang).

"Gamelan itu sepertinya terbatas, enggak seluas piano atau alat musik modern. Jadi, saya harus menyesuaikan dengan nada gamelan yang biasanya sangat tinggi dan sulit menggapai nada-nada itu. Apalagi, saya bukan penyanyi," katanya.

Baca Juga: Asep Sunandar: Maestro Wayang Golek Sunda

Maudy menuturkan, bernyanyi tembang Jawa di atas pentas juga cukup membuatnya gugup karena pertunjukan wayang orang biasanya digelar secara langsung (live). "Kalau nada awal salah, seterusnya akan salah. Itu yang membuatnya sulit," katanya.

Kalau untuk tarian, Maudy merasa tidak terlalu kesulitan. Ia mengatakan, jika seorang pemeran sudah mengetahui dan mempelajari koreografi dasar, seterusnya akan lancar.

Untuk pementasan wayang orang "Sang Sukrasana", ada satu adegan menari bersama-sama semua. "Harus seragam. Saya berusaha agar narinya tidak jomplang dari yang lain," kata Maudy.

Menurut rencana pertunjukan "Sang Sukrasana" akan dihelat pada 17 November 2019 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Pergelaran itu digelar untuk menyambut Hari Wayang Nasional yang jatuh pada 7 November.

BACA JUGA: Cek FASHION & BEAUTY,  Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini

Editor: Farid R Iskandar

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ceknricek.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ceknricek.com.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement