Sabtu 12 Oct 2019 10:39 WIB

Isyana Kena Bully, Raisa Turun Tangan

Raisa memilih berempati kepada Isyana dan memberinya semangat.

Rep: Umi Soliha/ Red: Indira Rezkisari
Brand ambassador Sunslik, Raisa Andriana dan Isyana Sarasvati saat diwawancarai wartawan di Jakarta Selatan, Senin (7/10).
Foto: Republika/Umi Soliha
Brand ambassador Sunslik, Raisa Andriana dan Isyana Sarasvati saat diwawancarai wartawan di Jakarta Selatan, Senin (7/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Awal terjun di industri musik Indonesia, Isyana Sarasvati sempat dirundung oleh penggemar Raisa Andriana. Isyana dinilai menirukan Rasia yang lebih dahulu menjalani karier di dunia musik.

Penggemar keduanya saling bela dan membanding- membandingkan. Di tengah suasana gaduh tersebut, Isyana menceritakan Raisa menghubunginya melalui Whatsapp.

Baca Juga

Saat menerima pesan tersebut Isyana sempat menganggap itu hoaks. “Saat aku dibanding-bandingkan, Raisa tiba-tiba Whatsapp aku. Awalnya aku pikir, wah ini bohong pasti, hoaks. Dapat dari mana nomor aku. Kita kan belum pernah kenal,” kata Isyana beberapa waktu lalu di kawasan Jakarta Selatan.

Ia mengatakan, Raisa menghubunginya untuk menyemangatinya. Isyana mengaku, sangat senang mendapat pesan dari Raisa dan itu sangat membantunya bangkit melewati masa sulitnya.

“Sebenarnya aku sama Raisa tidak ada apa-apa. Raisa sama aku genre musiknya beda banget, tapi wajar orang ngomong aku mirip karena mereka belum tahu aku. Namun, lambat laut suara-suara itu hilang karena mungkin mereka sudah ta u, aku beda banget genre,” jelas Isyana.

Raisa punya alasan mengapa dia menghubungi Isyana terlebih dahulu. Ia menyadari saat berada di posisi Isyana itu tidak enak dan ia ingin mencairkan suasana.

“Aku hubungi dia dulu karena tidak mungkin dia hubungi aku duluan. Pasti tidak enak atau bagaimana. Jadi, aku hubungi duluan, aku juga memahami berada di posisi Isyana itu tidak enak banget,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, ingin menunjukkan jika setiap orang mempunyai ruang untuk sukses. Semua orang bisa sukses dengan bersandingan tanpa saling menjatuhkan.

“Menurutku kita itu bisa sukses bareng-bareng. Tempat sukses itu bukan untuk satu orang aja, bisa buat banyak orang. Kita bisa saling bersandingan tanpa saling sikut,” jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement