Selasa 08 Oct 2019 09:01 WIB

Marcella Zalianty Hadirkan Bioskop Ekonomis di Penjaringan

Marcella Zalianti meluncurkan bioskop ekonomis, Indiskop, di Pasar Jaya Teluk Gong.

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Reiny Dwinanda
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan cideramata kepada Direktur Utama PT Kreasi Anak Bangsa Marcella Zalianty disaksikan  Kepala BEKRAF Triawan Munaf  saat peresmian bioskop rakyat Indiskop di Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara, Senin (7/10).
Foto: Republika/Prayogi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan cideramata kepada Direktur Utama PT Kreasi Anak Bangsa Marcella Zalianty disaksikan Kepala BEKRAF Triawan Munaf saat peresmian bioskop rakyat Indiskop di Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara, Senin (7/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bagi sebagian masyarakat, harga tiket bioskop di sejumlah jaringan ternama mungkin masih terlalu mahal. Alhasil, tak sedikit yang kemudian lebih memilih untuk menonton film bajakan.

Mencermati kecenderungan itu, aktris Marcella Zalianty pun berinisiatif untuk menghadirkan bioskop ekonomis dengan nama Indiskop. Demi mewujudkan hal itu, Marcella pun mendirikan PT Kreasi Anak Bangsa dan menjalin kerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Marcella mengatakan, diperlukan waktu sekitar satu tahun untuk mempersiapkan semua hal terkait inisiatifnya itu. Kini, bioskop Indiskop pertama telah resmi hadir di Pasar Jaya Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara.

"Indiskop menghadirkan bioskop dengan tiket yang lebih terjangkau. Hingga Desember 2019, kami menawarkan tiket promo mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu,” kata Marcella dalam peresmian Indiskop di Pasar Jaya Teluk Gong, Jakarta Utara pada Senin (7/10).

photo
Pengujung berada dalam ruangan bioskop rakyat Indiskop di Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara, Senin (7/10).

Aktris yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Kreasi Anak Bangsa itu mengungkapkan bahwa Indiskop sengaja dihadirkan agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati tontonan bernuansa layar lebar. Dengan penawaran harga yang terjangkau, ia pun yakin masyarakat yang tadinya lebih memilih menonton film di rumah atau lewat gawai akan tertarik untuk menikmati pengalaman menonton film di bioskop.

"Sensasi nonton di bioskop tentu akan berbeda. Apalagi, Indiskop juga menghadirkan sajian makanan lokal yang lezat dan terjangkau. Artinya, di Indiskop, nonton sambil nyemil tak akan menguras kantong terlalu dalam,” ujar perempuan berusia 39 tahun itu.

photo
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Kepala BEKRAF Triawan Munaf berada diruangan bioskop usai peresmian bioskop rakyat Indiskop di Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara, Senin (7/10).

Marcella berharap Indiskop mampu berperan dalam mendongkrak industri perfilman, terutama karya sineas Indonesia. Oleh karena itu, bioskop yang berada di lantai 3 Pasar Jaya Teluk Gong ini lebih memberikan prioritas untuk menayangkan film Indonesia, baik itu film terbaru maupun film lama yang dinilai masih diminati.

Sebagai pilot project, Indiskop pertama ini dihadirkan dalam dua studio. Tiap studio memiliki kapastitas 112 penonton. Meski merupakan bioskop paket ekonomis, Indigo tetap menghadirkan mini theatre yang cukup nyaman lengkap dengan kursi teater, pendingin ruangan, dan ruang kedap suara.

Soal audio visual, bioskop ini memanjakan mata penonton dengan layar 4K berdimensi 3 x 6 meter. Agar mengadirkan suara yang menggelegar dan sistem audio bernuansa teater, setiap studio dilengkapi dengan speaker 5 channel. Dalam periode awal ini, Indiskop tengah menayangkan film Ambu dan Mama-Mama Jagoan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement