Senin 30 Sep 2019 19:16 WIB

Leonardo DiCaprio Kecam Penyangkal Perubahan Iklim

Leonardo Dicaprio berpidato dalam Global Citizen Festival 2019.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda
Leonardo DiCaprio berpidato di 2019 Global Citizen Festival di Central Park, New York, AS, Sabtu (28/9).
Foto: AP
Leonardo DiCaprio berpidato di 2019 Global Citizen Festival di Central Park, New York, AS, Sabtu (28/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Hollywood Leonardo DiCaprio mengecam penyangkal perubahan iklim di tengah acara Global Citizen Festival 2019. DiCaprio yang juga aktivis lingkungan itu bergabung bersama para bintang dan aktivis lainnya menyerukan tentang gerakan Global Citizen untuk mengakhiri kemiskinan ekstrem pada tahun 2030 dan mencapai tujuan berkelanjutan yang ditetapkan oleh PBB.

Lebih dari 60 ribu orang berjejal di Central Park New York pada Sabtu malam menghadiri Global Citizen Festival 2019. Selain mendengarkan pidato DiCaprio, mereka juga menyaksikan pertunjukan dari Queen plus Adam Lambert dan Pharrell Williams.

Baca Juga

DiCaprio mengambil panggung untuk mengutuk para politisi yang gagal memenuhi janji-janji Paris Agreement bersama dengan mereka yang telah bersuara miring dalam menanggapi Global Climate Strike. Penentang demonstrasi serentak dengan tema sentral perubahan iklim mengkritik Greta Thunberg, aktivis remaja berusia 16 tahun asal Swedia yang menjadi pelopor Global Climate Strike.

"Jumat lalu, orang-orang muda memimpin dunia dalam unjuk rasa. Jutaan orang melakukan lebih dari sekadar meninggalkan sekolah dan tempat kerja mereka. Mereka mengambil sikap. Mereka memberi contoh kepemimpinan sejati yang sangat dibutuhkan planet kita. Orang-orang itu mengatakan dengan jelas, pasti, dan tanpa rasa takut, bahwa waktu untuk tidak bertindak sudah berakhir," papar DiCaprio seperti dilansir laman Hollywood Reporter, Senin (29/9).

DiCaprio mengatakan bahwa komunitas ilmiah telah menjelaskan hal soal perubahan iklim. Ia mengungkapkan, tidak ada lagi waktu untuk penolakan, kecuali Anda hidup dalam realitas alternatif.

photo
Adam Lambert (kiri) dan gitaris Queen Brian May tampil di Global Citizen Festival 2019, Central Park, New York, AS, pada Sabtu (28/9).

Natalie Portman, Laverne Cox, Forest Whitaker, dan Kal Penn juga menyoroti penyebab-penyebab lain perubahan iklim. Dakota Johnson kembali ke festival setelah membagikan nomor teleponnya di panggung tahun lalu, mendorong penyintas kekerasan seksual untuk memanggilnya dan meninggalkan pesan suara yang menceritakan kisah mereka.

"Saya menerima telepon dari enam benua, 70 negara berbeda, menambahkan hingga sekitar 60 jam kisah nyata," kata Johnson.

"Kisah-kisah ini berasal dari segala usia, dan setiap jenis kelamin, dan 95 persen di antaranya adalah perempuan. Yang tertua disebut 71, yang termuda adalah 11."

Johnson mengumumkan bahwa dia akan membagikan beberapa kisah ini dalam podcast baru yang disebut "The Left Ear," untuk "menciptakan percakapan yang aman dan penuh kasih tentang kekerasan seksual, dan untuk membawa kesadaran pada kenyataan bahwa kita hidup di masa ketika kekerasan berbasis gender mempengaruhi lebih dari 35 persen wanita di seluruh dunia. "

French Montana adalah pemain musik pertama malam itu, diikuti oleh One Republic, Ben Platt, Carole King, HER dan banyak lagi. Alicia Keys memainkan medley hit terbesarnya, dan berbicara kepada orang banyak tentang kekuatan musik.

"Musik hanya membuatmu ingat, itu membuatmu ingat betapa pentingnya kita semua bersama begitu penting, dan malam ini untuk itulah kita di sini," katanya.

"Karena kita adalah kekuatan kolektif, suara indah kolektif, suara indah kolektif, dan ketika kita saling mendukung, dan kita saling mencintai, dan kita berjuang untuk satu sama lain, kita datang dengan musik yang indah.

"Rami Malek memperkenalkan Queen + Adam Lambert, yang melakukan segalanya mulai dari "Somebody to Love" hingga "Bohemian Rhapsody." Gitaris Brian May juga memainkan "Love of My Life" di samping video vokalis ikonik Freddie Mercury.

Tapi sebelum akhir pertunjukan, Chris Martin, kurator festival, muncul di panggung untuk memberi tahu orang banyak tentang kampanye Global Citizen 2020, yang akan mencapai puncaknya dengan acara siaran global 10 jam bersejarah yang mencakup lima benua. Kampanye, "Global Goal Live: The Possible Dream," akan fokus pada pengumpulan 350 miliar dolar AS yang dibutuhkan untuk mencapai Tujuan Global PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Miley Cyrus, Lizzo, Metallica, dan Billie Eilish adalah beberapa di antara mereka yang ditetapkan untuk tampil di festival simultan di Central Park, Lagos, Nigeria, dan kota-kota lain yang belum diumumkan di Amerika Latin, Eropa, dan Asia.

"Jumlah seniman akan terus bertambah," kata Martin. "Dan saya berharap jumlah Warga Global akan terus bertambah."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement