Jumat 20 Sep 2019 14:10 WIB

Gatotkaca Hingga Tahilalats yang Mendunia

'Intellectual Property' Indonesia dipamerkan di Cina pada Juli lalu.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nora Azizah
Proses pembuatan film Satria Dewa: Gatotkaca.
Foto: Satria Dewa Studio
Proses pembuatan film Satria Dewa: Gatotkaca.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyatakan Indonesia memiliki banyak produk kekayaan intelektual atau intellectual property atau (IP) kreatif yang berkualitas. Terdapat banyak kreator dari seantero negeri yang kemampuannya tidak kalah dengan pihak luar.

"Menurut saya produk IP kreatif Indonesia sudah kelas dunia, tinggal mencari keunikan dan selling point-nya, siap dikomersialisasikan dan temukan core medium tertentu," ungkap Program Director Bekraf Katapel, Robby Wahyudi.

Baca Juga

Katapel adalah program inisiasi Bekraf yang menjembatani pelaku kreatif atau pemilik IP dengan para ahli di bidang pemasaran lisensi IP. Katapel juga memberikan pembekalan terkait bisnis dan pemasaran kepada para pelaku kreatif tersebut.

Robby menjadi salah satu pemateri pada sesi "Kebangkitan Kekayaan Intelektual Kreatif Indonesia" di ajang forum bisnis dan pemasaran film Akatara 2019. Kegiatan berlangsung selama dua hari di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (19/9) sampai Jumat (20/9).

Dia memperkenalkan 10 produk IP kreatif hasil kurasi Katapel yakni Mintchan, Gugug!, Ghosty’s Comic, Manguni Squad, Satria Dewa Gatotkaca, Hey Blo!, Komik Ga Jelas, Tahilalats, Garudayana, dan Educa Studio. Menurut Roby, seluruhnya memiliki karakter unik.

Jenama karya anak bangsa itu telah dipamerkan pada gelaran Licensing Expo China 2019 di Shanghai, Cina, pada Juli 2019. Dengan terus berkembangnya aspek ekonomi kreatif di Indonesia, Robby optimistis kualitas IP kreatif di Indonesia terus membaik.

Dia menginformasikan, saat ini lima besar IP kreatif global berpendapatan terbesar sepanjang masa yaitu Pokemon, Hello Kitty, Winnie the Pooh, Mickey Mouse, dan Star Wars. Bukan mustahil IP lokal Indonesia mengarah ke sana jika proses monetisasinya berjalan.

Ketika sebuah karakter sudah menjadi ikon dan dicintai penggemar, mengalihkannya pada medium lain adalah hal yang penting. Misalnya, karakter Pokemon yang dibuat menjadi animasi, film, gim, mainan, merchandise, DVD, dan masih banyak lagi.

"Industri IP kreatif di Indonesia kini sudah merangkak naik dan saya yakin ke depannya cerah sekali. Kami harap bisa terus membantu kreator Indonesia untuk lebih mengembangkan produknya," ucap pria yang juga menjabat sebagai Managing Director Danumaya Dipa itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement