Selasa 10 Sep 2019 06:09 WIB

The Santri Syuting di Indonesia dan Amerika

Film The Santri yang bergenre action-drama disutradarai Livi Zheng.

Rep: MGROL/ Red: Reiny Dwinanda
Peluncuran trailer film The Santri oleh Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj dihadiri sutradara Livi Zheng di Jakarta, Senin.
Foto: Mgrol/Republika
Peluncuran trailer film The Santri oleh Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj dihadiri sutradara Livi Zheng di Jakarta, Senin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -– Livi Zheng mengaku bangga dipercaya menjadi sutradara film The Santri. Sutradara asal Blitar ini sangat mendukung agar The Santri dapat dibawa ke panggung perfilman internasional.

Livi mengatakan, ia akan berusaha membawa film The Santri ke pasar perfilman di Amerika, seperti film-filmnya terdahulu. Livi mengaku bahwa ia selalu menanamkan unsur-unsur nusantara ke dalam filmnya. Ia ingin agar budaya dan keberagaman Indonesia dapat diketahui secara luas.

"Sangat bangga bisa membuat film ini, seperti yang banyak orang tahu, saya banyak memasukkan unsur indonesia ke dalam film saya," ungkapnya.

The Santri diperankan oleh Gus Azmi, Veve Zulfikar, dan Wirda Mansur. Film dengan genre action-drama ini juga akan melakukan proses pengambilan gambar di dua negara, yakni Indonesia dan Amerika. Beberapa tempat yang telah digunakan sebagai tempat syuting di antaranya adalah di Pondok Mambaus Shoilihin, Candi Penataran, serta Hutan Maliran.

Film yang diproduksi oleh Nahdlaltul Ulama (NU) ini akan mengisahkan perjalanan beberapa santri tentang perjalanan mereka merantau ke Amerika. The Santri telah merilis trailer perdana filmnya pada tanggal 9 September 2019.

"Melalui film ini, kami menyampaikan pendekatan Islam yang berbudaya serta menjadi kiblat perkembangan agama Islam sehingga dunia bisa melihat bahwa Islam di Indonesia seperti Islam yang diajarkan dalam Alquran," ujar Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Senin.

Ia mengharapkan, melalui film ini pengambaran Islam yang menghargai keberagaman dapat tergambar jelas dan nyata. Nilai-nilai toleransi, perdamaian, kemanusiaan, dan kerjasama global juga diharapkan dapat disampaikan dengan baik melalui film The Santri.

"Singkat saja. Film ini menjadi media, sebuah pesan. Pesan dari ajaran-ajaran Islam sebagaimana Islam yang diajarkan sunan kita dan santri adalah bagian dari keluarga besar yang akan terus menghidupkan ajaran ulama," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement