Rabu 04 Sep 2019 11:33 WIB

Arief 'Pocong' tak Keberatan KPI Awasi Konten Youtube

Arief yang dikenal sebagai youtuber juga menilai perlu

Youtube / Ilustrasi
Foto: .
Youtube / Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Youtuber yang lebih dahulu dikenal lewat akun Twitter @Poconggg, Arief Muhammad, tidak keberatan mengenai rencana Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengawasi konten-konten yang dinilai negatif di Youtube. "Karena saya sendiri kadang nonton Youtube suka shock ya, kadang-kadang ada konten yang kelewatan gitu. Jadi memang tetap perlu ada yang mengawasi," ujar Arief, di Jakarta, Selasa (3/9).

Rencana pengawasan konten oleh KPI menuai pro dan kontra. Mereka yang tidak setuju, menurut Arief, merasa wadah berekspresi mereka dibatasi. Namun, menurut Arief, pengawasan perlu dilakukan, sebab para pembuat konten terkadang kebablasan dan beberapa tidak memiliki sensor diri sendiri yang cukup baik.

Baca Juga

Misalnya, Arief mencontohkan, seorang pembuat konten memiliki penonton anak-anak, namun di video terekam gambar orang sedang merokok. "Terserah dia mau bikin konten seperti itu disesuaikan penontonnya, mungkin ada warning di awal video, cuman konten-konten itu saya amat sangat setuju ada yang mengawasi untuk pasar yang tidak tepat," kata dia.

Lebih lanjut, menurut Arief, seorang pembuat konten harus dapat bertanggung jawab terhadap konten yang dibuat. Tidak asal membuat konten yang mampu mendulang banyak views.

"Menurut saya jadi terkenal itu sekarang gampang banget. Kita sudah tahu semua formulanya bikin sensasi, bikin keributan, bikin hal aneh-aneh, kemungkinan terkenalnya lebih gede banget," ujar Arief.

Menurutnya, hal yang harus ditanyakan bukan terkait cara seseorang bisa terkenal melalui youtube. Namun, bila seseorang hanya ingin dikenal karena konten yang penuh cibiran tentu akan menjadi hal yang sia-sia. "Itu bukan gimana caranya jadi terkenal, percuma dikenal tapi cuman jadi bahan cibiran orang jadi bahan olok-olokan," kata dia lagi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement