Rabu 03 Jul 2019 11:07 WIB

1,35 Juta Warga Cina Terdaftar Sebagai Donor Organ

Mayoritas dari penndonor organ di China adalah remaja di bawah usia 30 tahun

Operasi cangkok organ tubuh (ilustrasi).
Foto: majalahkomite.wordpress.com
Operasi cangkok organ tubuh (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Sebanyak 1,35 juta warga China terdaftar sebagai orang yang bersedia mendonorkan organ tubuhnya. Mayoritas dari mereka adalah remaja di bawah usia 30 tahun. Demikian data pemerintah setempat hingga 15 Juni 2019.

Wakil Ketua Yayasan Pengembangan Transplantasi Organ China (COTDF) Zhao Hongtao menuturkan sampai 15 Juni 2019 lebih dari 24 ribu warga China telah mendonorkan 69.302 organ tubuhnya setelah meninggal dunia. Sebagian besar donor mendaftar setelah 2014 menyusul dioperasikannya platform pendaftaran daring oleh yayasan tersebut.

Baca Juga

Jumlah donor yang mendaftar secara daring melalui telepon seluler hingga Selasa (2/7) telah menembus angka 1 juta. Data tersebut juga menunjukkan 54 persen donor lahir setelah 1990. "Sedangkan 30 persen pendonor lahir setelah 1980," ungkap Zhao.

Ketua Komite Nasional Donasi dan Transplantasi Organ China (CNODCTC) Huang Jiefu gembira melihat banyaknya anak muda yang tertarik mendonorkan organ tubuhnya. Namun dia masih gusar lantaran meskipun jumlah pendaftar donor bertambah, jumlahnya masih sangat jauh dari jumlah kebutuhan operasi transplantasi organ.

Menurut dia, gencarnya publikasi dan edukasi sangat dibutuhkan agar lebih banyak masyarakat mengetahui dan bersedia menjadi donor. Komisi Kesehatan Nasional (NHC) menyebutkan bahwa jumlah donor organ meningkat dalam beberapa tahun sebagaimana dirilis China Daily.

Pada tahun lalu, 6.302 orang mendonorkan organ tubuhnya setelah meninggal. Jumlah ini naik 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laporan NHC mencatat sekitar 20.200 operasi transplantasi telah dilakukan tahun lalu atau naik 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pejabat Lembaga Administrasi dan Supervisi Kesehatan China (MASD) Fan Jing menyebut negaranya menduduki peringkat pertama di Asia dan kedua di dunia sebagai negara dengan jumlah donor organ dan operasi transplantasi terbesar. Dalam beberapa tahun terakhir COTDF mengintensifkan kerja sama dengan sejumlah rumah sakit besar di China agar mendukung pendaftaran donor organ secara daring.

Platform pendaftaran daring juga telah ditautkan dengan Rumah Sakit Kemitraan China-Jepang (CJFH), salah satu rumah sakit umum terbesar di Beijing. Masyarakat yang sudah terdaftar sebagai donor tidak serta merta menjadi donor sehingga dapat membatalkan pendaftarannya kapan saja.

Wakil Direktur Rumah Sakit Wuxi di Provinsi Jiangsu Chen Jingyu menambahkan bahwa pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk memfasilitasi operasi transplantasi organ. Dengan demikian pasien yang mengalami sakit parah bisa merasa lebih aman.

Dia mencontohkan beberapa lembaga seperti otoritas perhubungan dalam beberapa tahun terakhir menjalin kerja sama. Kerja sama ini memfasilitasi transportasi organ yang didonorkan sehingga mendapatkan akses prioritas ke pesawat dan diantar ke rumah sakit secepat mungkin dengan bantuan mobil polisi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement