Rabu 22 May 2019 13:04 WIB

Batasan Minum Kopi untuk Jantung Sehat

Kafein dari kopi bantu tubuh bekerja lebih cepat dan lebih keras.

Rep: Adysha Citra Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari
Secangkir kopi
Foto: pixabay
Secangkir kopi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kopi rasanya tak bisa dipisahkan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Selain dapat meningkatkan kesegaran dan fokus, kopi juga dapat menjadi media untuk mengakrabkan diri dengan orang lain. Beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa kopi memiliki manfaat kesehatan.

Melihat banyaknya manfaat yang diberikan kopi, tak heran bila kopi seringkali diminum berkali-kali dalam satu hari. Terlepas dari banyaknya manfaat yang diberikan, konsumsi kopi sebaiknya dibatasi dengan bijak.

Baca Juga

Studi terbaru yang dimuat dalam The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan adanya korelasi antara konsumsi kopi berlebih dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Korelasi ini ditemukan setelah tim peneliti melakukan analisis terhadap genotip CYP1A2 atau skor genetik untuk metabolisme kafein.

Studi melibatkan data dari 347.077 partisipan berusia 37-73 tahun. Sebanyak 8.358 di antaranya telah terdiagnosis dengan penyakit kardiovaskular.

Berdasarkan studi ini, tim peneliti dari University of South Australia menemukan bahwa risiko penyakit kardiovaskular mulai meningkat ketika seseorang terbiasa meminum enam cangkir kopi per hari. Oleh karena itu, konsumsi kopi sebaiknya dibatasi kurang dari enam cangkir per hari. Dalam penelitian ini, satu cangkir kopi setara dengan sektiar 75 miligram kafein.

"Untuk menjaga jantung yang sehat dan tekanan darah yang sehat, orang-orang eprlu membatasi kopi mereka kurang dari enam cangkir per hari," jelas salah satu peneliti Profesor Elina Hypponen seperti dilansir Indian Express.

Lebih lanjut, tim peneliti mengungkapkan bahwa konsumsi kopi berlebih juga dapat menimbulkan beragam gejala. Beberapa di antaranya adalah memunculkan perasaan gelisah, mudah tersinggung dan bahkan mual.

"Karena kafein membantu tubuh untuk bekerja lebih cepat dan lebih keras," ungkap Hypponen.

Gejala-gejala ini juga dapat muncul sebagai tanda bahwa tubuh sudah mencapai batas untuk mentoleransi kafein. Oleh karena itu, konsumsi kopi sebaiknya dibatasi dengan bijak agar tak memunculkan dampak negatif.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement