Rabu 17 Apr 2019 18:25 WIB

Abdee Slank Ingatkan Pentingnya Kedewasaan dalam Berpolitik

Abdee Slank mengajak pendukung kandidat pemilihan presiden dewasa dalam berpolitik.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda
Gitaris Slank Abdee Negara menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2019 di TPS 83, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (17/4) siang. Lokasi TPS Abdee berdekatan dengan dua personel Slank lain, Kaka dan Bimbim.
Foto: Republika/Shelbi Asrianti
Gitaris Slank Abdee Negara menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2019 di TPS 83, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (17/4) siang. Lokasi TPS Abdee berdekatan dengan dua personel Slank lain, Kaka dan Bimbim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rakyat Indonesia tengah melangsungkan Pemilu 2019 untuk memilih presiden, calon presiden, serta anggota legislatif. Menyikapi pesta demokrasi itu, gitaris Slank Abdee Negara mengingatkan pentingnya dewasa berpolitik.

 

"Tidak mendahulukan kepentingan golongan, siapa presiden pilihan, tapi kepentingan bangsa ke depan," kata Abdee saat dijumpai usai mencoblos di TPS 083, Jakarta Selatan, Rabu (17/4).

Dia menyampaikan, referensi setiap orang berbeda-beda berdasarkan pengetahuan dan pengalaman masing-masing. Setiap orang perlu menghargai perbedaan itu. Kedewasaan seseorang maupun bangsa bisa dilihat dari penghargaan atas pendapat orang lain.

Abdee tidak menganggap perbedaan pilihan sebagai perihal benar-salah. Memilih kandidat manapun yang diyakini adalah hak masing-masing orang. Asalkan, setiap individu tidak merasa kepentingannya lebih krusial dibandingkan yang lain.

Dalam deklarasinya, Slank mendukung pasangan capres/cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Akan tetapi, bukan berarti Slank serta-merta tidak menghargai pendapat pemilih lain yang menjagokan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Terhadap pasangan mana pun yang terpilih, Slank akan mendukung kebijakan yang benar dan mengkritik keputusan yang dirasa tidak tepat. Terlebih, untuk Prabowo yang belum memiliki rekam jejak sebagai pemimpin dalam pemerintahan.

"Begitu juga dengan Pak Jokowi. Periode 2014 setelah pemerintahan berjalan setaun dan ada kebijakan enggak cocok, Slank tetap menyampaikan protes," ungkap Abdee.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement