Jumat 05 Apr 2019 19:56 WIB

Ayo, Nonton Bareng Suara April!

Film Suara April mengajak milenial menggunakan hak pilihnya pada 17 April.

(Kika) Bio One, Amanda Manopo dan Dewi Gita pada Galapremier film Suara April di Epiwalk, Jumat (15/3) malam. Film ini didukung penuh oleh KPU sebagai salah satu upaya menyosialisasikan pemilu bagi milenial.
Foto: Republika/Gumanti Awaliyah
(Kika) Bio One, Amanda Manopo dan Dewi Gita pada Galapremier film Suara April di Epiwalk, Jumat (15/3) malam. Film ini didukung penuh oleh KPU sebagai salah satu upaya menyosialisasikan pemilu bagi milenial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belum tergerak untuk ikut mencoblos pada 17 April nanti? Cobalah untuk menonton Suara April.

Siapa tahu, selepas menontonnya, hati pun berkenan untuk menyalurkan hak pilih. Bisa ditonton di mana saja film Suara April?

Baca Juga

Mulai 8-15 April 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar nonton bareng Suara Apri di bioskop di 32 kota besar di Indonesia. Film ini sengaja diputar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019.

"Substansi film ini kita ingin membangun kesadaran bersama pemilu damai, ajakan menggunakan hak pilih, pendidikan pemilih toleransi, dan melawan politik uang," ujar Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan di Jakarta, Jumat.

Nobar akan digelar di Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Banjarmasin, Tanjung Pinang, Jambi, Lampung, Kupang, Padang, Bengkulu, Denpasar, dan Makassar. Warga Pekanbaru, Palembang, Pangkal Pinang, Kendari, Ambon, Jayapura, Bintaro, Serpong, Palangkaraya, Mamuju, Medan, Gorontalo, Manado, Mataram, dan Pontianak juga bisa menyaksikannya di bioskop.

Film Suara April yang diproduksi atas kerja sama KPU dan produser Darius Sinathrya itu terinspirasi dari perjuangan relawan dalam pendidikan pemilih di masyarakat. Film dengan durasi 90 menit itu disebutnya menyajikan konten dan visual yang dekat dengan masyarakat dan tidak hanya berkaitan dengan Pemilu 2019 saja.

"Film ini bisa juga untuk persiapan pemilu serentak pada 2024. Film ini tidak lekang zaman karena pesan utama relevan dengan pemilih," tutur Wahyu.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement