Sabtu 09 Feb 2019 04:13 WIB

Suka-Duka KFC Kurangi Pemakaian Sedotan Plastik

Respons negatif terbanyak berasal dari perempuan yang kesulitan minum langsung.

Rep: Nora Azizah/ Red: Friska Yolanda
Bahaya sedotan plastik
Foto: Republika
Bahaya sedotan plastik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Fast Food Indonesia Tbk berkomitmen mengurangi sampah plastik di Indonesia dengan tidak lagi menggunakan sedotan plastik. Saat ini, penurunan penggunaan sedotan plastik oleh perusahaan yang membawahi restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC) tersebut mencapai 90 persen.

KFC menggandeng Divers Clean Indonesia meluncurkan kampanye #NoStrawMovement untuk mendukung pengurangan pemakaian sedotan plastik. Kampanye dimulai di enam gerai KFC di Jakarta. 

"Gerakan tersebut kami buat dengan tidak lagi menyediakan sedotan plastik di gerai KFC," ujar General Manager Marketing PT Fast Food Indonesia Tbk Hendra Yuniarto, Jumat (8/2).

Pada awal penerapan, respons penikmat ayam goreng tepung itu cukup negatif. Pelanggan merasa tidak dilayani dengan baik karena perusahaan tidak lagi menyediakan sedotan untuk minum. Namun respons pengunjung mulai berjalan baik setelah tiga hingga empat bulan kampanye diterapkan.

Hendra mengungkapkan, komplain terbanyak berasal dari kaum perempuan. Mereka merasa kesulitan harus minum langsung dari gelas kertas dengan alasan lipstik bisa menempel. Namun secara perlahan pelanggan KFC mulai menyadari betapa berpengaruhnya penggunaan sedotan plastik terhadap laut Indonesia. 

Sejak Mei 2018, KFC lantas mantap menghilangkan sedotan plastik di seluruh gerainya di dalam negeri. Kini, pelanggan KFC tak lagi menemukan kotak sedotan yang biasa terdapat di meja bersamaan dengan saus sambal.

Sekitar dua tahun berlangsung, kampanye #NoStrawMovement membuahkan hasil cukup baik. Berdasarkan data dari KFC, pada akhir 2017 terjadi pengurangan penggunaan sedotan sebanyak 46 persen di setiap gerai KFC. Kemudian hingga akhir 2018 pengurangan tersebut sudah mencapai 91 persen. Kampanye yang menyasar kaum milenial ini cukup efektif disebarkan melalui media sosial sehingga bisa memenuhi target.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement