Senin 07 Jan 2019 10:29 WIB

Pendalaman Karakter Ari Irham di Film After Met You

Sutradara ingin menghadirkan film drama percintaan remaja yang berbeda.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Ani Nursalikah
Adegan dalam film remaja After Met You.
Foto: RA Pictures
Adegan dalam film remaja After Met You.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- After Met You menjadi film pertama aktor Ari Irham yang tayang pada 2019. Film arahan sutradara Patrick Effendy itu diangkat dari novel laris berjudul sama yang ditulis Ari bersama penulis Dwitasari.

Tokoh Ari dalam film 'meminjam' latar belakang Ari Irham di dunia nyata, seperti murid SMA yang menjadi disjoki di usia muda. Namun, Ari menyatakan karakter asli dirinya jauh berbeda dengan Ari di film yang playboy dan memiliki trauma masa lalu.

"Untuk pendalaman karakter, saya dikasih referensi film sama sutradara. Itu yang saya tonton berulang-ulang agar bisa masuk dalam karakter. Berharap film ini bisa disukai masyarakat dan diterima semua kalangan," ujar Ari.

Dalam film, Ari yang sudah berhasil menaklukkan hati ratusan perempuan, penasaran dengan gadis juara kelas bernama Ara (Yoriko Angeline). Dia berusaha menarik perhatian Ara yang selalu cuek padanya. Konflik muncul saat Ara dekat dengan murid pindahan baru, Azka (Naufan Azka).

Selain tiga tokoh sentral itu, film turut dibintangi Joe "P-Project", Surya Saputra, Wulan Guritno, Michelle Wanda, Yudha Keling, Chicco Kurniawan, Dede Satria, dan Anabel. Ada banyak kameo dari deretan figur publik yang juga dilibatkan.

Sutradara Patrick Effendy mengaku ingin menghadirkan film drama percintaan remaja yang berbeda dari lainnya. Dia tidak masalah dengan kemungkinan film akan diperbandingkan dengan Dilan 1990 karena sama-sama berlatar di Bandung.

Patrick mengatakan, beberapa pihak juga kerap menyandingkan Ari Irham dengan aktor Iqbaal Ramadhan pemeran Dilan. Belum lagi, Patrick adalah produser Coboy Junior tempat Iqbaal pernah bergabung. Dia juga pernah menyutradarai CJR The Movie.

Meski berpotensi terbawa dengan sejumlah kondisi itu, Patrick menjamin film akan sangat berbeda dari Dilan 1990 maupun film remaja yang sudah ada. Pada salah satu dialog pemeran utama, ada celetukan lelucon yang seolah menyindir hal tersebut.

"Dilan romantisnya lebih ke 1990-an, sementara film ini pendekatannya sama sekali tidak ke sana. Dari awal, tokoh Ari dibikin sangat milenial yang berhubungan dengan era sekarang sesuai dengan novelnya," kata Patrick.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement