Rabu 05 Dec 2018 22:41 WIB

Salah Penanganan Serangan Jantung Sebabkan Kematian

Serangan jantung disebabkan oleh mendadak hilangnya aliran darah ke pembuluh darah

Penanganan jantung di RS Cinere.
Foto: RS Jantung Diagram Cinere
Penanganan jantung di RS Cinere.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyakit Jantung koroner  (PJK) adalah penyebab kematian terbesar di dunia. Serangan Jantung merupakan kontributor terbesar yang menyebabkan kematian pada pasien dengan PJK.

Dokter Spesialis Jantung RS Jantung Diagram Cinere Dr M Barri Fahmi, SpJP mengatakan serangan jantung dapat dikenali dari gejala yang khas, pola gambaran elektrokardiografi ( EKG) yang jelas, hasil laboratorium seperti enzim jantung yang spesifik. Serta pemeriksaan lain yang menunjang (ekokardiografi, dan atau kateterisasi jantung).

Serangan jantung disebabkan oleh mendadak hilangnya aliran darah ke pembuluh darah jantung, dikenal juga dengan nama pembuluh darah koroner. Karena serangan jantung terjadi mendadak dan menyebabkan kerusakan yang dahsyat pada otot jantung, maka diperlukan tindakan segera untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah koroner. Tindakan tersebut dikenal dengan nama “ Primary Percutaneous Coronary Intervention ( PPCI )”

PPCI menurut Barri, adalah tindakan minimal invasif yang harus dilakukan segera dalam waktu kurang dari 12 jam sejak terjadinya serangan jantung. Tindakan ini dilakukan di ruang kateterisasi oleh dokter jantung konsultan intervensi dan didukung oleh tim perawat yang berpengalaman.

PPCI, kata Barri, menggunakan bius lokal,dan biasanya dilakukan melalui pembuluh darah di pergelangan tangan atau paha. Pasien sadar penuh selama prosedur dan bisa berkomunikasi dengan dokter setiap saat.

Segera setelah ditemukan adanya sumbatan pada pembuluh darah koroner, dokter akan memasang “ stent / ring “. Durasi dari tindakan ini berkisar 1 – 2 jam, tergantung dari beratnya sumbatan yang ditemukan.

Setelah dilakukan pemasangan stent / ring, pasien akan dirawat di ruang Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) untuk pemantauan lebih lanjut.Jika tidak ada penyulit atau komplikasi biasanya pasien bisa pulang dalam waktu 4 - 5 hari

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement