Kamis 25 Oct 2018 09:58 WIB

Jangan Lakukan Ini Saat Tersengat Ubur-Ubur

Tiap jenis ubur-ubur memiliki dampak sengatan yang berbeda.

Rep: Adysha Citra Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari
Ubur-ubur.
Foto: EPA
Ubur-ubur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ubur-ubur merupakan zooplankton yang 95 persen tubuhnya terdiri dari air. Sebagai zooplankton, ubur-ubur hidup melayang-layang di air dan bergantung pada pola arus di lautan.

Penampilan ubur-ubur yang tampak lucu dan menarik ini kerap membuat orang-orang yang melihat ingin lebih dekat dan menyentuh hewan bertentakel ini. Padahal, ubur-ubur memiliki sel penyengat yang akan teraktivasi secara mekanik melalui sentuhan.

"Kecepatannya untuk menembak (sengatan) bisa cepat, 700 nanosecond, nggak mungkin orang sempat bereaksi," terang Peneliti Plankton Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Arief Rachman di Sea World Ancol, akhir pekan lalu.

Arief mengatakan tiap jenis ubur-ubur memiliki dampak sengatan yang berbeda mulai dari ringan, sedang hingga berat. Arief mencontohkan, ubur-ubur jenis Phyllorhiza punctata dan Catostylus mosaicus termasuk dalam kategori sedang sedang sehingga sengatan yang dihasilkan kedua jenis ubur-ubur ini tak memiliki efek samping kecuali membuat kulit memerah dan gatal.

Namun, ada pula jenis ubur-ubur dengan efek sengatan yang berat dan mematikan. Ahli Toksikologi Dr dr Tri Maharani MSi SpEM mengatakan Box Jellyfish merupakan jenis ubur-ubur yang sengatannya dapat menimbulkan efek samping cukup berat seperti disfungsi jantung dan disfungsi respriasi.

"Respiratory arrest sebabkan kematian karena tidak bisa bernapas, cardiac arrest sebabkan kematian karena jantung tidak maksimal sehingga serangan jantung," papar Maharani.

Untuk menghindari risiko tersengat, Arief maupun maharani menyarankan masyarakat untuk tidak menyentuh ubur-ubur. Hal ini berlaku untuk ubur-ubur hidup maupun mati karena sel penyengat pada tentakel ubur-ubur mati tetap bisa memberikan 'sengatan' jika tersentuh.

Di sisi lain, ada beberapa hal yang perlu dilakukan atau perlu dihindari jika tidak sengaja menyentuh dan tersengat ubur-ubur saat bermain di laut. Berikut ini adalah tiga hal yang perlu dilakukan dan enam hal yang perlu dijauhi ketika tersengat ubur-ubur menurut Maharani.

Yang Perlu Dilakukan:

1. Menuangkan cuka dengan konsentrasi 4-6 persen pada area tersengat dan biarkan selama setidaknya 30 detik.

2. Lepaskan tentakel yang masih menempel di kulit, paling baik menggunakan penjepit atau sarung tangan.

3. Bawa orang yang tersengat ubur-ubur ke instalasi gawat darurat secepatnya.

Yang Tidak Boleh Dilakukan:

1. Mencuci area sengatan dengan air tawar.

2. Menuangkan alkohol atau urin pada area sengatan.

3. Memberikan gel, salep atau krim pada area sengatan.

4. Menggosok area sengatan dengan tanah atau batu.

5. Merendam area sengatan di dalam air dingin atau panas.

6. Pergi ke dukun atau pengobatan tradisional (alternatif) untuk mengatasi sengatan ubur-ubur.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement