Kamis 04 Oct 2018 22:25 WIB

Kota Malang Segera Luncurkan Wisata Halal

Makna halal di sini bukan berarti wisata syar'i.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Ani Nursalikah
Potensi Wisata Halal Dunia.
Foto: Mardiah
Potensi Wisata Halal Dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana segera meluncurkan wisata halal dalam periode pemerintahan baru antara 2018 sampai 2023. Hal ini diungkapkan Wali Kota Malang, Sutiaji saat membacakan visi-misi kepemimpinan selama lima tahun ke depan.

Sutiaji mengungkapkan, konsep wisata halal di Kota Malang sebenarnya telah direncanakan sejak dua tahun lalu. "Tapi saat dilakukan voting, kita kalah dengan Lombok," ujar Sutiaji saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Kota Malang, Kamis (4/10).

Menurut Sutiaji, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi Kota Malang agar bisa mencapai target tersebut. Beberapa di antaranya menerapkan konsep halal di pusat perbelanjaan, hotel, restoran, dan sebagainya.

Sutiaji menerangkan, kamar hotel setidaknya harus memberikan keterangan arah kiblat bagi pelanggan beragama Islam. Tidak hanya itu, juga perlu menyediakan kitab suci agama manapun. Intinya, dia menegaskan, kuota pengunjung dan tempat ibadah terpenuhi dengan baik.

Sementara soal kuliner, Sutiaji menyatakan, proses olah dan bahan makanan memang harus dipastikan kehalalannya. "Tidak saja halal dan thayib, tapi juga kita usahakan menyiapkan makanan aman dan sehat," kata dia.

Di kesempatan itu, ia juga menegaskan, makna halal di sini bukan berarti wisata syar'i. "Kalau syar'i misal kalau ke menginap di hotel harus menunjukkan keterangan sudah suami istri," ujar Sutiaji.

Baca juga: Mengapa Industri Halal Begitu Menggiurkan?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement