REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian maskapai penerbangan menyediakan makanan untuk penumpang pesawat, terutama selama perjalanan jarak jauh. Pilot yang menerbangkan pesawat tentunya juga makan di sela bertugas. Namun, apakah menu mereka sama dengan menu untuk penumpang?
Seorang pilot maskapai Inggris yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan kepada laman Express mengenai hal tersebut. Ternyata, menu makanan untuk para pilot sangat berbeda dengan apa yang disajikan untuk penumpang.
"Perbedaan itu untuk mencegah masalah yang mungkin timbul akibat makanan. Pilot dan kapten juga makan makanan yang berbeda untuk mencegah keduanya jatuh sakit dalam kasus darurat," ungkap pilot tersebut.
Pencegahan itu dimaksudkan sebagai tindakan keamanan, meski semua menu disiapkan oleh perusahaan katering yang sama. Jika salah satu jatuh sakit akibat makanan yang dikonsumsi, diharapkan yang lain tetap sehat dan bisa mendaratkan pesawat.
Kondisi itu disebut pilot incapacitation event, saat salah satu pilot tidak dapat melanjutkan tugasnya dalam penerbangan. Prosedur baku yang berlaku, pilot lain harus menerbangkan pesawat sendirian dan mengalihkan ke bandara terdekat yang memadai.
Masih soal makanan, ada juga beberapa pilot yang membawa makanan sendiri ke pesawat dan tidak memilih menu yang disediakan maskapai penerbangan. Namun, sang pilot anonim mengatakan, pilihan itu lebih kepada soal selera, bukan tindakan keamanan.
Maskapai penerbangan Irlandia, Ryanair, bahkan tidak menyediakan makanan untuk pilot selama bertugas. Mereka memberi pilot uang saku pada setiap penerbangan untuk membeli sendiri makanan, minuman, atau makanan ringan.