Sabtu 07 Jul 2018 02:04 WIB

Mengenal Karakteristik Traveler Milenal di Indonesia

Mereka cenderung fokus ke harga, meski ada juga yang mengutamakan pelayanan

Wisatawan  melintasi  Situ Gunung Suspension Bridge di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kadudampit, Sukabumi, Selasa (19/6).
Foto: Republika/Iman Firmansyah
Wisatawan melintasi Situ Gunung Suspension Bridge di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kadudampit, Sukabumi, Selasa (19/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berwisata atau travelling telah menjadi tren yang begitu berkembang sejak beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor pendukung adalah munculnya segmen maskapai berbiaya rendah (low cost carrier) serta meningkatnya kelas menengah di Indonesia. Jakarta, Bali dan Lombok masih menjadi tujuan utama wisatawan di akhir pekan.

"Jika melihat 2 juta tiket terakhir yang kami jual, sangat mengesankan melihat bagaimana masyarakat Indonesia menjelajahi dunia," ujar founder NusaTrip.com, Hans Ebenhahn beberapa waktu lalu.

Hans mengatakan, dalam jumlah yang meningkat itu, wisatawan asal Indonesia khususnya generasi milenial memiliki karakteristik khusus. Dalam bepergian mereka selalu mencari destinasi-destinasi baru di luar destinasi utama yang menjadi sasaran para wisatawan.

Selain itu mereka juga menenakankan pada metode pencarian destinasi dan berbagai kebutuhan seperti tiket pesawat dan hotel secara digital. Atau satu aplikasi yang bisa memberikan penawaran sesuai yang mereka inginkan.

"Terutama soal harga," kata dia.

Metode pembayaran juga lebih banyak dilakukan secara tunai atau debit, dibandingkan kartu kredit. Hal ini pula yang membuat pertumbuhan online travel agent (OTA) di Indonesia semakin tinggi.

NusaTrip.com, jelas Hans, termasuk salah satu yang terus mengembangkan diri guna memenuhi kebutuhan wisatawan dan mereka yang ingin bepergian.

Dengan teknologi yang digunakan, NusaTrip bekerja sama dengan lebih dari 500 maskapai dengan harga murah serta terintegrasi dengan lebih dari 200 ribu hotel yang dapat dipesan di lebih dari 10.000 lokasi di dunia.

"Metode pembayaran juga mendukung yang dibutuhkan seluruhnya oleh wisatawan," ujar Hans.

Sementara Senior Marketing Manager Nusatrip.com, Scorpio Arie Wibowo mengatakan, Bali menjadi destinasi yang populer dan cocok buat orang Indonesia untuk weekend gateway. "Karena mereka enggak perlu rencana banyak. Beda jika dibandingkan memilih liburan ke Jepang," jelas Arie Wibowo.

Sedangkan untuk destinasi wisata luar negeri, masyarakat Indonesia masih memilih kawasan Asia Tenggara, seperti Singapura, Kuala Lumpur hingga Thailand.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement