Senin 02 Jul 2018 12:28 WIB

Bantul akan Kembangkan Wisata Internasional

Pontensi wisata internasional di Bantul belum tergarap maksimal.

Gumuk Pasir Parangtritis, Yogyakarta.
Foto: dok: Tim Ekspedisi Soedirman VI
Gumuk Pasir Parangtritis, Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menggarap beberapa destinasi wisata di daerah ini guna menarik minat wisatawan asing berkunjung ke objek wisata tersebut. "Kita ada destinasi andalan yang belum tergarap dan saat ini sedang kita rintis untuk kita komunikasikan, misalnya Bantul punya makam Raja-Raja Imogiri yang sangat khas dan luar biasa," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru di Bantul, Senin (2/7).

Menurut dia, makam Raja-Raja Mataram di wilayah Kecamatan Imogiri tersebut merupakan ciri khas DIY, terutama Bantul karena tidak semua negara mempunyai karakteristik yang sama seperti di Imogiri ini. "Kemudian Gumuk Pasir Parangtritis yang sampai hari ini belum terkelola secara baik, padahal itu salah satu destinasi yang sangat menarik untuk wisata internasional. Gumuk pasir hanya ada dua di dunia," katanya.

Menurut dia, kelebihan di sektor wisata inilah yang mestinya perlu ditonjolkan dengan digarap lebih maksimal, termasuk destinasi lain yang punya potensi untuk wisata internasional. "Mulai tahun ini kami sudah mempersiapkan konsepnya yang lebih jelas lagi. Hanya saja kami belum berani menargetkan kira-kira kenaikan wisatawan internasional apakah secara signifikan di 2020, dan kita tidak terburu-buru," katanya.

Kwintarto mengatakan, tingkat kunjungan wisatawan asing ke Bantul selama ini mengakui masih kecil dibanding dengan wisatawan domestik. Rata-rata masih di bawah 10 ribuan orang dari total kunjungan wisatawan sekitar 3,7 juta orang.

"Itu pun langsung ke desa-desa wisata seperti di Imogiri, sentra gerabah Kasongan, sentra kulit Manding dan Dlingo. Untuk ke pantai hanya ada satu-dua orang saja," katanya.

Dengan demikian, kata dia, Bantul merasa punya potensi untuk menarik minat wisatawan asing yang selama ini lebih banyak berkunjung ke Yogyakarta, misalnya ke Keraton dan Malioboro serta Candi Prambanan di Sleman. "Makanya kami coba perkuat kawasan Imogiri menjadi satu kawasan heritage yang diminati wisatawan asing. Kedua, menghidupkan gumuk pasir yang menjadi khas pantai di Bantul, ini bisa menjadi daya tarik wisatawan asing jika terkelola dengan baik," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement