Kamis 03 May 2018 13:32 WIB

Perlukah Mencuci Hidung Setiap Hari?

Rambut dalam hidung bisa rusak fungsinya akibat polusi.

Rep: Adysha Citra R/ Red: Indira Rezkisari
Melindungi kesehatan hidung dari polusi bisa dilakukan dengan metode cuci hidung.
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Melindungi kesehatan hidung dari polusi bisa dilakukan dengan metode cuci hidung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap hari, hidung manusia dilewati oleh sekitar 15 ribu liter udara yang mengandung berbagai partikel. Tak menutup kemungkinan jika diantara beragam partikel yang terhirup melalui hidung ini terdapat partikel zat-zat polutan yang bersifat iritan atau mengiritasi.

"Misalnya asap rokok hingga emisi gas buang dari kendaraan," terang spesialis telinga hidung tenggorokan dr S Hendradewi SpTHT(K) Msi Med dalam Kampanye #CuciHidungSetiapHari yang diselenggarakan oleh Hyphens Pharma Indonesia melalui brand Sterimar, di Jakarta.

Paparan zat-zat polutan yang bersifat iritan secara terus menerus dalam waktu lama dapat merusak silia di dalam rongga hidung. Silia merupakan 'rambut-rambut' berukuran sangat kecil di dalam rongga hidung yang memiliki fungsi untuk menyaring udara kotor yang masuk ke dalam hidung. Ketika silia rusak, zat-zat polutan ini tak lagi tersaring dan bisa masuk ke dalam tubuh.

Mengingat anatomi hidung terhubung dengan tenggorokan dan telinga, zat-zat polutan yang masuk ke dalam tubuh ini dapat menyebabkan masalah di ketiga organ tubuh ini. Pada hidung, masalah yang mungkin timbul adalah rinitis alergi, polip dan rhinosinusitis. Pada telinga, masalah yang mungkin timbul adalah otitis media akut, otitis media kronik dan otitis media efusi. Lalu pada tenggorokan, masalah yang mungkin timbul adalah adenoid hipertropi, tonsilitis dan faringitis.

Masalah-masalah kesehatan kompleks yang berasal dari hidung ini dapat dicegah dengan cara irigasi nasal atau cuci hidung secara rutin. Cuci hidung merupakan suatu upaya memasukkan suatu cairan ke dalam rongga hidung. Cairan yang bisa digunakan untuk mencuci hidung secara rutin setiap hari adalah larutan garam isotonik yang sudah disesuaikan dengan komposisi cairan dalam tubuh sehingga tidak menimbulkan rasa perih.

Saat masuk mengalir di hidung, cairan ini akan membilas sekret kental, bakteri hingga alergen yang terhirup melalui udara. Selain membersihkan kotoran, cuci hidung secara rutin juga dapat membantu penyembuhan peradangan hidung dan sinus sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien rhinosinusitis.

Cuci hidung juga bermanfaat dalam menurunkan angka kekambuhan alergi sekaligus menjaga kelembapan hidung. Di sisi lain, cuci hidung juga dapat membersihkan sekret yang menumpuk di dalam hidung.

Hendradewi mengatakan kegiatan cuci hidung sebaiknya dilakukan minimal satu kali sehari. Waktu ideal untuk melakukan cuci hidung adalah di malam hari sebelum tidur. "(Cuci hidung) aman untuk anak dan dewasa," terang Hendradewi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement