Selasa 03 Apr 2018 06:06 WIB

Kopi Panas Atau Dingin, Lebih Baik Mana?

Masihkah kopi yang disajikan dingin memiliki manfaat sama dengan kopi panas.

Rep: MGROL102/ Red: Yudha Manggala P Putra
Es kopi dingin digemari banyak orang, tapi tak selalu pergi ke kedai kopi untuk bisa menikmatinya. Buatan sendiri pun bisa tak kalah sedapnya.
Foto: AP
Es kopi dingin digemari banyak orang, tapi tak selalu pergi ke kedai kopi untuk bisa menikmatinya. Buatan sendiri pun bisa tak kalah sedapnya.

REPUBLIKA.CO.ID, CAMBRIDGE -- Saat musim panas, minuman dingin kerap jadi pilihan menyegarkan, termasuk kopi dingin. Namun, apakah kopi yang disajikan dingin memiliki manfaat sama dengan kopi panas?

Jawaban singkatnya, ya. Frank Hu, MD, PhD, profesor epidemiologi di Harvard TH Chan School of Public Health menegaskan itu. "Menambahkan es ke kopi mungkin tidak mengubah senyawa bioaktif yang ada pada kopi panas," ujar Hu seperti dikutip di laman Health, Senin (2/4).

Minum kopi memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan. Menurut Dr. Hu, yang telah banyak mempelajari kopi, "Banyak penelitian besar telah menunjukkan bahwa minum kopi secara teratur dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, penyakit neurodegeneratif, dan kematian sebelum waktunya."

Hal tersebut juga berkaitan dengan peningkatan fungsi kognitif dan penurunan risiko depresi. Para peneliti percaya, bahwa hal itu terkait dengan tingkat antioksidan yang tinggi, polifenol, dan mineral.

 

Selain kopi memiliki nutrisi yang sama, tidak peduli berapa pun suhunya, termasuk ketika kopi yang disajikan secara dingin. Namun, kopi dingin memiliki keuntungan kesehatan yang lebih dibandingkan secangkir kopi panas yang hanya dituangkan ke atas es batu atau disimpan di lemari es.

"Minuman dingin, yang dibuat dengan seduhan kopi dalam air dingin selama satu hari penuh, kurang asam dibandingkan kopi biasa. Ini berarti itu bisa lebih mudah pada sistem pencernaan, terutama untuk orang-orang yang berjuang dengan mulas atau perut sensitif," jelas Joan Salge Blake, RD, profesor asosiasi klinis di Boston University dan penulis Nutrition & You.

Selain itu, kata Dr. Hu, kopi dingin tidak terlalu asam. Jadi tidak perlu menutupi rasa asam dengan menambahkan krim, susu, dan gula yang dapat mengubahnya menjadi kalori yang besar.

Dr. Hu menambahkan bahwa kopi dingin juga memiliki konsentrasi kafein yang lebih tinggi daripada kopi es biasa atau kopi panas, karena cenderung diseduh sebagai konsentrat dengan rasio yang lebih tinggi dari kopi ke air. Namun, bagi mereka yang sensitif terhadap kafein, minum kopi dingin dapat membuat lebih gelisah atau mengacaukan tidur.

Tapi hal itu bisa diatasi, lebih banyak kafein tidak selalu buruk dan sebenarnya dapat memberikan manfaat kesehatan dari antioksidan dan nutrisi yang ada pada kopi. Baik itu kopi panas atau kopi dingin, masing-masing memiliki manfaat bagi kesehatan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement