Rabu 28 Mar 2018 11:42 WIB

Bali Promosikan Desa Wisata di BBTF 2018

Mengembangkan desa-desa wisata yang potensial.

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Yudha Manggala P Putra
Desa Wisata. Ilustrasi
Foto: Yukpiknik
Desa Wisata. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Bursa pameran wisata tingkat internasional, Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2018 kembali digelar 26-30 Juni 2018. Provinsi Bali sebagai penyelenggara sekaligus peserta tahun ini akan lebih mempromosikan desa-desa wisata sebagai obyek yang ditawarkan ke pembeli (buyers).

"Misi kita adalah mengembangkan desa-desa wisata yang potensial untuk dijadikan destinasi baru kepada wisatawan yang datang ke Bali," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Bali, I Made Badra dijumpai di Seminyak, Rabu (28/3).

Kabupaten Badung sebagai sentra pariwisata Pulau Dewata mendorong seluruh kabupaten kota di Bali untuk aktif memasarkan obyek-obyek pariwisata di ajang ini. Made Badra berharap masing-masing daerah menyiapkan lima peserta untuk ikut BBTF, terdiri dari tiga pelaku industri pariwisata, satu agen perjalanan, dan minimal satu desa wisata.

Sembilan kabupaten kota masing-masingnya minimal harus mengikutsertakan satu desa wisata untuk dipromosikan di BBTF 2018. Kabupaten Badung setidaknya memiliki 11 desa wisata yang rutin ditawarkan di berbagai bursa pariwisata dunia.

Made Badra mengatakan akan ada tambahan enam desa wisata baru untuk menyeimbangkan kue pariwisata di Badung Utara dan Badung Selatan. Dia berharap seluruh desa di Badung menjadi desa wisata sebagai modal obyek wisata budaya di Bali.

"Promosi desa-desa wisata bisa memperpanjang lama tinggal (length of stay) wisatawan mancanegara menjadi lima hingga enam hari," katanya.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Provinsi Bali, I Ketut Ardhana mengatakan sampai hari ini, panitia BBTF 2018 mendata 181 pembeli (buyer) dan 107 penjual (seller) terdaftar sebagai partisipan. Jumlah negara yang ikut serta juga meningkat dari 40 negara tahun lalu menjadi 42 negara tahun ini.

"Ajang ini harapannya menjadi market place dunia yang dibanggakan Indonesia," katanya.

Ardhana mengharapkan dukungan semua pihak, khususnya pemerintah pusat, provinsi, daerah, industri, dan masyarakat untuk menyukseskan acara tahun kelima ini. BBTF 2018 juga melibatkan 21 provinsi di Indonesia untuk ikut memasarkan destinasi pariwisata di daerah masing-masing. Angka ini meningkat dibanding 19 provinsi tahun lalu.

Operator pariwisata yang ikut serta sebagai penjual di BBTF 2018 bukan hanya dari Indonesia, melainkan juga negara luar, seperti Myanmar, Kamboja, United Arab Emirates (UAE), Uzbekistan, dan Bhutan. Operator pariwisata yang berperan sebagai pembeli terbanyak berasal dari Australia (23 buyers), India (19), Inggris (15), Prancis (11), Malaysia (7), dan Belanda (6).

Sisanya adalah negara-negara Asia, seperti Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Cina, Hong Kong, Filipina, Kamboja, Singapura, Nepal, Pakistan, dan Thailand. Pembeli dari Eropa berasal dari Jerman, Swedia, Polandia, Ukraina, Norwegia, Slovenia, Spanyol, Kroasia, dan Bulgaria.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement