Ahad 11 Mar 2018 14:15 WIB

Anjing Dilatih Cari Harta Karun Purbakala di Wilayah Konflik

Anjing diharapkan dapat mengendus adanya artefak budaya atau benda purbakala

Rep: Puti Almas/ Red: Joko Sadewo
Anjing pelacak (ilustrasi)
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Anjing pelacak (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Pasukan keamanan khusus Unit K-9 akan dikerahkan dalam perang melawan terorisme oleh Amerika Serikat (AS) dan bekerjasama dengan negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB lainnya. Tim satuan elit khusus satwa itu disebut akan melatih anjing agar dapat mencari harta benda purbakala, salah satunya di Suriah, yang diyakini kerap dijarah oleh kelompok militan untuk keuntungan mereka.

Pelatihan ini menjadi bagian dari program penelitian di Universitas Pennsylvania, AS yang disebut sebagai K-9 Artifact Finders atau K-9 pencari artefak. Tim ini dibentuk sebagai respon atas beredarnya perdagangan warisan budaya belakangan.

Anjing selama ini dinilai telah memainkan peran penting dalam membantu melacak kejahatan, salah satunya peredaran narkotika dan alat peledak. Dalam pelatihan terbaru bagi unit K-9, anjing diharapkan dapat mengendus adanya artefak budaya atau bagian harta benda purbakala dalam kontainer pengiriman, kargo, pos, dan koper.

Michael Danti, seorang arkeolog yang bekerja di Iran, Irak, dan Suriah mengatakan saat ini anjing sudah terlatih untuk mendeteksi tanah dan produk pertanian. Ia yakin bahwa jangkauan hewan berbulu ini bisa mencapai tahap lanjut.

Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB telah menekankan bahwa teroris telah menghasilkan banyak pendapatan dari menyelundupkan kekayaan budaya di wilayah konflik. Seperti di Dura-Europos, Suriah yang telah digali secara tidak sah.

Bagi kami butuh waktu berabad-abad untuk melakukan penggalian situs kebudaan itu secara ilmiah, ini adalah satu dari ekian banyak kejadian yang muncul di wilayah konflik, ujar Danti dilansir The Guardian, Ahad (11/3).

Gagasan untuk melatih anjing mendeteksi warisan budaya ini juga melibatkan Red Arch, kelompok penelitian yang mencakup investigasi perdagangan barang antik dan penjarahan arkeologi. Pendiri kelompok, Rick St Hilaire mengatakan jika anjing dapat memiliki kemampuan mendeteksi barang elektronik, maka dipastikan demikian dengan barang antik.

Sementara itu, Cynthia Otto dari lembaga hewan Pen Vet Center mengakana program ini menjadi hal yang luar biasa. Ia yang selama ini mengkhususkan diri untuk penelitian anjing pendeteksi mengatakan, bahwa hewan tersebut akan menyukai tantangan baru dalam pekerjannya, diimbangi dengan waktu bermain dan makanan yang lebih banyak kepada mereka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement