REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Durian merupakan buah yang memiliki aroma kuat, rasa yang enak, dan tekstur yang lembut. Tidak heran banyak orang yang menyukainya. Salah satunya adalah Profesor Eje Kim dari Korea. Ketiga hal itulah yang membuatnya menyukai durian.
"Saya mengenal durian sejak 15 tahun lalu di Singapura. Sejak saat itu hobi saya mencari durian. Dari singapura, Kuala lumpur, Malaysia dan Bangkok Thailand juga ke Filipina. Hingga akhirnya saya menemukan durian di Indonesia. Durian di Korea tidak ada, Anda beruntung di Indonesia bisa mendapatkan durian di mana saja," ujar Prof Eje Kim di sela peluncuran buku tersebut, Sabtu (10/2).
Menurutnya durian adalah simbol sederhana dari kebahagiaan dan cinta. Kecintaannya terhadap durian ini membuatnya terinspirasi membuat sebuah buku tentang durian berjudul Happy Yummy Journey.
Durian, kebahagiaan, perempuan. Tiga kata ini tepat mewakili buku tersebut. Ia tidak hanya menginspirasi pembaca Korea untuk mendobrak sistem nilai sosial yang mengekang dan merendahkan perempuan yang sangat bertolak belakang dengan gambaran yang dimunculkan dalam banyak drama Korea. Tapi juga menyadarkan betapa beruntungnya hidup di tengah masyarakat yang menghargai dan menjunjung perempuan. Dan bahwa kebahagiaan bisa hadir melalui hal-hal sederhana yaitu makan durian atau melihat orang lain bahagia, seperti yang dialami penulis ketika bertemu orang-orang di Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Indonesia, yang terangkum dalam buku ini.
Menikmati Happy Yummy Journey, larut dalam keragaman masyarakat, budaya, dan kuliner, membukakan mata. Bahwa melancong sungguh lebih dari sekadar bertualang dari satu tempat ke tempat lain.
Eje Kim adalah profesor dari Seoul National University. Ia adalah seorang ahli geografi yang telah mengunjungi 100 negara di dunia. Saat menekuni studi wilayah Asia Tenggara 20 tahun yang lalu, Eje mulai mengenal dan jatuh cinta pada durian. Pencarian akan durian yang lezat dan orang-orang yang bahagia di Asia Tenggara membuatnya jadi sering mengunjungi Indonesia, dan kemudian jatuh cinta pada Indonesia.
"Banyak orang Korea Selatan yang tidak tahu, bahkan berpikiran buruk tentang Asia Tenggara. Saya pun awalnya seperti itu. Akan tetapi, tahun 2003 saat saya tinggal di Singapura menyelesaikan disertasi, untuk pertama kalinya saya mencicipi durian. Pada saat itu saya merasa ajaib, karena tempat membeli dan makan durian bersama-sama orang lain selalu penuh tawa dan kebahagiaan. Sejak itu pandangan saya terhadap Asia Tenggara berubah dan saya juga memiliki definisi tersendiri untuk durian, yaitu simbol cinta dan kebahagiaan," tutur Eje.
Penerbit Gramedia Utama resmi meluncurkan buku Happy Yummy Journey di Jakarta, Sabtu (10/2). Sebelumnya, buku yang ditulis Prof Eje Kim ini juga sudah diluncurkan lebih awal di Bandung, pada November 2017, bertempat di SkyWalk Lounge Trans Luxury Hotel. Buku Happy Yummy Journey saat ini sudah tersedia di seluruh toko buku dan toko buku daring di Indonesia. Buku yang seluruh halamannya dicetak berwarna ini bisa didapatkan dengan harga Rp 115 ribu.